Berita Cilacap
Perlintasan Liar di Jeruklegi Cilacap Resmi Ditutup, Banyaknya Korban Kecelakaan Jadi Alasan
Perlintasan liar di Jeruklegi Cilacap resmi ditutup. Setahun tercatat terjadi sembilan kecelakaan dengan 6 korban meninggal.
Penulis: Rayka Diah Setianingrum | Editor: rika irawati
Ringkasan Berita:
- Perlintasan kereta api liar di Jeruklegi Cilacap resmi ditutup.
- Langkah ini dilakukan PT KAI Daop 5 Purwokerto untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas.
- Sepanjang 2024-2025, tercatat ada sembilan kecelakaan di perlintasan liar tersebut dengan korban enam orang meninggal.
TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Perlintasan kereta api di Desa Jeruklegi Wetan, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, resmi ditutup oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 5 Purwokerto, Jumat (29/5/2026).
Penutupan ini sebagai bagian dari upaya menekan risiko kecelakaan di jalur kereta api.
Akses yang berada di KM 375+8/9 petak jalan antara Stasiun Kawunganten dan Stasiun Jeruklegi itu dinilai berpotensi membahayakan keselamatan karena berada di jalur dengan lalu lintas kereta yang cukup padat setiap harinya.
"Dalam satu hari, terdapat sekitar 132 perjalanan kereta api yang melintas di wilayah Daop 5 Purwokerto dengan rata-rata headway kereta api sekitar 12 sampai 14 menit sekali," kata Manager Humas KAI Daop 5 Purwokerto M As’ad Habibuddin dalam rilis yang diterima, Jumat.
Baca juga: Viral, ASN Kecamatan Adipala Cilacap Dilaporkan Cabul ke Warga saat Urus KTP. Camat Turun Tangan
Menurutnya, jarak waktu antar kereta yang relatif singkat membuat ruang aman bagi pengguna jalan menjadi semakin terbatas apabila melintas melalui jalur yang tidak dilengkapi sarana keselamatan itu.
Ancaman kecelakaan di perlintasan sebidang bukan sekadar potensi karena sejumlah insiden masih terjadi di wilayah Daop 5 Purwokerto dalam beberapa tahun terakhir.
"Hingga Mei 2026, telah terjadi lima insiden di perlintasan sebidang yang mengakibatkan tiga orang meninggal dunia dan tiga orang mengalami luka-luka," ungkapnya.
As’ad menambahkan, selama periode 2024 hingga 2025, tercatat sembilan kecelakaan di perlintasan sebidang tersebut, dengan korban enam orang meninggal dunia dan delapan orang lain mengalami luka-luka.
"Data tersebut menjadi pengingat bagi semua pihak bahwa keselamatan di perlintasan harus menjadi perhatian bersama," katanya.
Imbau Warga Lewat Perlintasan Legal
Selain melakukan penutupan perlintasan liar di Jeruklegi, pihaknya terus mengajak masyarakat menggunakan perlintasan resmi yang telah dilengkapi fasilitas pengamanan serta mematuhi aturan saat melintasi rel kereta api.
"Kami mengimbau pengguna jalan agar berhenti sejenak, melihat ke kanan dan kiri, serta memastikan tidak ada kereta yang akan melintas sebelum menyeberang rel," tuturnya.
Baca juga: Gempa Magnitudo 4,6 di Cilacap tak Berpotensi Tsunami
Pihaknya juga meminta warga tidak kembali membuka akses ilegal di sekitar jalur rel karena dapat membahayakan perjalanan kereta maupun keselamatan masyarakat sendiri.
"Kami mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keselamatan perjalanan kereta api karena keselamatan merupakan tanggung jawab bersama," kata As’ad. (*)
| Viral, ASN Kecamatan Adipala Cilacap Dilaporkan Cabul ke Warga saat Urus KTP. Camat Turun Tangan |
|
|---|
| Gempa Magnitudo 4,6 di Cilacap tak Berpotensi Tsunami |
|
|---|
| BREAKING NEWS, Gempa Magnitudo 4,1 Guncang Tenggara Cilacap |
|
|---|
| Viral Teror Pocong Bawa Sanjata di Cilacap, Polisi Minta Waspada Hoaks |
|
|---|
| Prihatin Jual Beli Telur Penyu di Cilacap, Perangkat Desa Karangbenda Dirikan Konservasi Nagaraja |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260529-petugas-tutup-perlintasan-liar-di-jeruklegi-cilacap.jpg)