Berita Banyumas
Sadewo Ingatkan Bahaya Bisnis Simpan Pinjam KDMP Banyumas, Gak Usah Lah
Sadewo menjelaskan, sejumlah titik yang belum menunjukkan progres pembangunan masih terkendala persoalan lahan
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: khoirul muzaki
"Aplikasinya masih belum ready. Itu aplikasi dari Agrinas untuk proses transaksi jual beli di toko," katanya.
Dalam pengelolaannya, KDMP Kaliori memiliki lima pengurus inti yang terdiri dari ketua, bendahara, sekretaris, bidang usaha, dan bidang keanggotaan.
Untuk menjadi anggota, warga dikenakan iuran pokok Rp50 ribu sekali bayar dan iuran wajib Rp10 ribu setiap bulan.
"Iuran pokok Rp50 ribu sekali bayar.
Iuran wajib Rp10 ribu setiap bulan per anggota," jelasnya.
Saat ini jumlah anggota koperasi telah mencapai lebih dari 100 orang yang seluruhnya berasal dari warga sekitar Desa Kaliori.
"Anggotanya warga sini semua. Sekarang sudah sekitar 100 lebih anggota," katanya.
Baca juga: Minimarket KDMP Kaliori Banyumas Sudah Beroperasi, Siap Buka Apetek dan Klinik
Di sisi lain, Danrem 071/Wijayakusuma Lukman Hakim mengatakan pembangunan KDMP di wilayah Banyumas terus dipercepat.
Dari total 172 titik KDMP yang dibangun, sebanyak 83 titik telah selesai 100 persen dan 41 titik resmi diluncurkan operasionalisasinya pada Sabtu ini.
"Hari ini ikut peresmian operasionalisasi 1061 seluruh Indonesia. Khususnya wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Untuk Kabupaten Banyumas pada hari ini ada 41 titik yang sama-sama diresmikan untuk operasionalisasi kegiatan KDMP," katanya.
Ia menargetkan seluruh pembangunan KDMP di Banyumas dapat selesai pada akhir Juli 2026.
"Target akhir Juli ini sudah selesai semua 172. Plus ada beberapa yang masih tahap pencarian lahan. Kalau dapat lagi kita akan tambah lagi," ujarnya.
Menurut Lukman Hakim, di wilayah Korem 071 yang meliputi 11 kabupaten/kota saat ini terdapat 1.504 KDMP yang dibangun dan sebanyak 809 titik telah selesai 100 persen.
"Harapannya nanti seluruh wilayah Korem ini pada akhir Juli sudah selesai semua," katanya.
Ia berharap KDMP yang telah lebih dahulu beroperasi dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain.
"Yang sudah mendahului ini menjadi pionir dan menjadi contoh bagi yang lain.
Sehingga wilayah desa lain melihat bahwa itu sudah operasional dan bagus," ujarnya. (jti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/Sadewo-KDMP.jpg)