Berita Banyumas
Sadewo Ingatkan Bahaya Bisnis Simpan Pinjam KDMP Banyumas, Gak Usah Lah
Sadewo menjelaskan, sejumlah titik yang belum menunjukkan progres pembangunan masih terkendala persoalan lahan
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: khoirul muzaki
Ia juga meminta adanya pengawasan dan pendampingan profesional terhadap pengelolaan koperasi di desa-desa.
"Saya minta agar ada pengawasan dan pendampingan dari orang koperasi yang profesional dari pusat.
Kalau perlu di satu kabupaten ada induk koperasinya.
Mereka mengawasi koperasi-koperasi yang ada di desa-desa," ujarnya.
Sementara itu, Bidang Keanggotaan KDMP Kaliori, Joko Wasisno mengatakan saat ini layanan yang baru siap beroperasi di KDMP Kaliori baru supermarket.
Sedangkan fasilitas lain seperti klinik kesehatan dan apotek masih dalam tahap persiapan.
"Sementara ini yang baru siap supermarketnya.
Untuk layanan kesehatan seperti klinik dan apotek masih dalam proses persiapan," ujar Joko.
Selain supermarket, pihak pengelola juga berencana mengembangkan layanan simpan pinjam dan berbagai unit usaha berbasis potensi lokal masyarakat.
"Ke depannya masih ada usaha-usaha lain, tetapi saat ini masih dalam tahap perintisan," katanya.
Menurut Joko, salah satu potensi usaha yang disiapkan ialah pengolahan hasil bumi warga seperti ubi ungu dan komoditas pertanian lainnya.
"Kalau nanti petani sudah mulai produksi, salah satunya ubi ungu yang bentuknya lonjong itu. Selain itu mungkin juga hasil-hasil bumi lainnya," jelasnya.
Ia mengatakan, saat ini pengurus koperasi telah menyiapkan sumber daya manusia untuk mendukung operasional awal KDMP.
"Yang di dalam sudah ada asisten manajer, bagian keuangan, pelayanan, termasuk kasir juga sudah ada," ujarnya.
Namun aplikasi transaksi digital toko masih belum dapat digunakan karena masih menunggu kesiapan sistem dari Agrinas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/Sadewo-KDMP.jpg)