Berita Banyumas
Minimarket KDMP Kaliori Banyumas Sudah Beroperasi, Siap Buka Apetek dan Klinik
masyarakat berharap keberadaan KDMP mampu menyediakan kebutuhan pokok lebih murah
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: khoirul muzaki
Plus ada beberapa yang masih tahap pencarian lahan. Kalau dapat lagi kita akan tambah lagi," ujarnya.
Menurut Lukman Hakim, secara keseluruhan di wilayah Korem 071 yang meliputi 11 kabupaten/kota, saat ini terdapat 1.504 KDMP yang dibangun.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 809 titik telah selesai 100 persen.
"Harapannya nanti seluruh wilayah Korem ini pada akhir Juli sudah selesai semua," katanya.
Ia berharap KDMP yang telah lebih dahulu beroperasi dapat menjadi pionir sekaligus contoh bagi desa-desa lain untuk mempercepat pembangunan koperasi serupa.
"Yang sudah mendahului ini menjadi pionir dan menjadi contoh bagi yang lain.
Sehingga wilayah desa lain melihat bahwa itu sudah operasional dan bagus," ujarnya.
Sementara itu, Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, optimistis KDMP akan menjadi motor penggerak ekonomi desa di Banyumas.
Menurutnya, pemerintah juga telah menyalurkan sekitar 30 kendaraan operasional berupa truk dan mobil pikap ke desa-desa.
"KDMP agar dapat menjadi motor penggerak dan ke depan dijalankan secara profesional," kata Sadewo.
Ia menyebut saat ini terdapat 172 titik KDMP yang telah dibangun di Banyumas.
Dari jumlah itu, sebanyak 89 titik telah selesai 100 persen dan 83 titik masih dalam proses pembangunan.
"Kalau targetnya ya mungkin sesuai jumlah tiga kurang 301 desa dan 30 kelurahan," ujarnya.
Baca juga: Alarm Bahaya Waduk Mrica Rawan Jebol karena Sedimentasi, BPBD Siap Mitigasi
Menurut Sadewo, sejumlah titik yang belum menunjukkan progres pembangunan terkendala persoalan lahan.
"Yang belum ada progres pembangunan belum ada masalah, karena titiknya itu ada di LSD. Sedangkan kita upayakan mudah-mudahan clear. Ini proyek strategis nasional, kita harus sukseskan bersama-sama," katanya.
Terkait pengelolaan koperasi ke depan, Sadewo menekankan pentingnya pengawasan dan pendampingan profesional agar KDMP berjalan sehat dan tidak menimbulkan persoalan.
"Saya minta agar ada pengawasan dan pendampingan dari orang koperasi yang profesional dari pusat.
Kalau perlu di satu kabupaten ada induk koperasinya.
Mereka mengawasi koperasi-koperasi yang ada di desa-desa," ujarnya.
Namun ia mengingatkan agar KDMP tidak terlalu fokus pada sektor simpan pinjam karena dinilai berisiko menimbulkan persoalan pengembalian pinjaman.
"Saya yakin itu berjalan. Cuma satu, kalau menjadi simpan pinjamnya berbahaya.
Mudah-mudahan KDMP di Banyumas tidak usah simpan pinjam lah," katanya.
"Nanti biasanya mau pinjam ndak mau simpan dan mau pinjam tidak mau mengembalikan," tutup Sadewo. (jti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/Kopdes-merah-putih-kaliori-banyumas.jpg)