Kamis, 7 Mei 2026

Berita Cilacap

Jadi Kantong TKI Terbesar, Kenapa Warga Cilacap Banyak Kerja ke Luar Negeri

Cilacap saat ini menjadi kantong PMI terbesar di Jawa Tengah dan menempati posisi kedua secara nasional

Tayang:
Tribun Banyumas
Kabupaten Cilacap - Suasana aktivitas masyarakat di sekitar Alun-alun Cilacap, Kamis (7/5/2026). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Kabupaten Cilacap terus memperkuat perlindungan dan pemberdayaan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) menyusul tingginya jumlah warga yang bekerja di luar negeri setiap tahunnya.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Cilacap, Farid Riyanto, mengatakan Cilacap saat ini menjadi kantong PMI terbesar di Jawa Tengah dan menempati posisi kedua secara nasional.

“Cilacap ini merupakan kantong PMI nomor satu di Jawa Tengah dan nomor dua di Indonesia, sehingga perlindungan bagi pekerja migran harus menjadi perhatian bersama,” ujar Farid, Kamis (7/5/2026).

Farid mengungkapkan perlindungan terhadap PMI tidak bisa dilakukan hanya oleh pemerintah daerah, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan seluruh pemangku kepentingan.

“PMI bukan hanya pahlawan devisa, tetapi juga harus sejahtera setelah pulang ke daerah asal dan tidak boleh terbengkalai,” katanya.

Disnaker Cilacap juga terus mendorong pengembangan program Desa Migran Emas Indonesia sebagai wadah pemberdayaan eks PMI agar tetap produktif setelah kembali ke kampung halaman.

Saat ini, program Desa Migran Emas telah berjalan di tiga wilayah, yakni Desa Bojongsari Kecamatan Kedungreja, Desa Sidareja Kecamatan Binangun, dan Desa Glempangpasir Kecamatan Adipala.

Farid menyebut jumlah Desa Migran Emas berpotensi terus bertambah seiring dukungan dari berbagai pihak, termasuk kementerian dan lembaga pendamping.

“Saya tidak akan berhenti hanya empat desa saja, kami akan terus mengusulkan lebih banyak lagi agar eks PMI bisa diberdayakan melalui pelatihan dan keterampilan,” ucapnya.

Program tersebut turut melibatkan pendampingan dari berbagai organisasi, termasuk Lakpesdam NU dan lembaga internasional, untuk membantu para pekerja migran purna memiliki usaha dan kemampuan ekonomi mandiri.

Farid menilai pemberdayaan eks PMI menjadi langkah penting agar para pekerja migran tidak menghabiskan hasil kerja mereka tanpa memiliki usaha berkelanjutan setelah kembali ke Indonesia.

“PMI harus menjadi pelaku ekonomi yang mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga dan tidak terkendala modal maupun keterampilan,” jelasnya.

Berdasarkan data Disnaker, jumlah PMI asal Cilacap pada tahun 2025 tercatat mencapai lebih dari 12 ribu orang yang bekerja di berbagai negara tujuan.

Negara tujuan PMI asal Cilacap meliputi Korea Selatan, Hong Kong, Turki, Arab Saudi, Singapura, dan sejumlah negara lainnya.

“Data tahun 2025 ada sekitar 12 ribu lebih PMI asal Cilacap yang bekerja di berbagai negara dan jumlah ini masih berpotensi bertambah,” kata Farid.

Baca juga: Daftar 5 Nama Kandidat Terkuat Ketua DPD Golkar Wonosobo

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved