Berita Banjarnegara
Rentetan Peristiwa sebelum Bupati Banjarnegara Tolak Pengangkatan Perangkat Desa Purwasaba
Bupati Banjarnegara Amalia Desiana resmi menolak pengangkatan perangkat desa hasil seleksi panitia berdasarkan hasil pemeriksaan inspektorat.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS.COM, BANJARNEGARA- Polemik panjang pengisian perangkat desa Purwasaba, Mandiraja, Banjarnegara kini menemui titik terang.
Bupati Banjarnegara Amalia Desiana resmi menolak pengangkatan perangkat desa hasil seleksi panitia berdasarkan hasil pemeriksaan inspektorat.
Demo di balai desa
Polemik pengisian perangkat desa yang menyeret nama Kepala Desa Purwasaba, Welas Yuni Nugroho atau yang akrab disapa Hoho Alkaf memanas ketika terjadi demonstrasi di Kantor Balai Desa Purwasaba, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara, Selasa (11/3/2026), lalu.
Demo berujung ricuh. Hoho kala itu bahkan mengaku menjadi korban pengeroyokan oleh puluhan orang usai aksi unjuk rasa tersebut.
Peristiwa itu terjadi saat Hoho hendak meninggalkan kantor balai desa setelah aksi demonstrasi yang diikuti ratusan anggota LSM.
Situasi berubah memanas ketika massa mulai mendesak agar proses penjaringan perangkat desa dibatalkan.
Dalam keterangannya melalui media sosial pribadinya @hoho_alkaff menyebut dirinya tiba-tiba diserang oleh sejumlah orang dari kerumunan massa saat hendak keluar dari lokasi.
"Saya hendak keluar dari balai desa, tapi langsung diserang dan dikeroyok.
Kacamata saya pecah dan baju saya robek," ungkap Hoho dalam unggahan yang kemudian viral di media sosial.
Ia juga menilai aparat kepolisian yang berada di lokasi tidak memberikan perlindungan maksimal saat kericuhan terjadi.
Ia pun sempat meminta keadilan ke Propam Mabes Polri.
"Saya minta keadilan, saya pejabat pemerintah sudah melaksanakan, pekerjaan saya sebaik-baiknya, begitupula dengan panitia.
Tetapi saya dipaksa mengulang, karena anggota dari LSM Harimau itu nilainya di bawah, tapi maunya diulang, kita kiblatnya regulasi tapi mereka tetap tidak mau tahu," katanya.
Hoho menilai video yang beredar di media sosial tidak menggambarkan secara utuh peristiwa yang terjadi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/kades-purwasaba-kecamatan-mandiraja-hoho-alkaf-saat-ditemui-di-kantornya-kamis-1092020.jpg)