Kamis, 11 Juni 2026

Berita Banyumas

Abdul Mu'ti Tepis Anggaran Pendidikan untuk MBG, Program Revitalisasi Sekolah Masih Jalan

program revitalisasi dan digitalisasi pendidikan pada tahun ini tidak hanya dilanjutkan, tetapi juga ditambah kuotanya.

Tayang:
Tribun Banyumas/Fajar Bahruddin Achmad
REVITALISASI SEKOLAH - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, dalam acara Peresmian Revitalisasi Satuan Pendidikan se-Kabupaten Banyumas bertema di Pendopo Si Panji, Purwokerto, Sabtu (25/4/2026) 


"Tidak benar jika anggaran pendidikan dipotong untuk MBG


MBG tetap berjalan dan alokasi pendidikan dasar dan menengah justru meningkat," tegasnya.


Ia menjelaskan, program MBG juga berkontribusi terhadap pembentukan karakter siswa. 

Baca juga: Misi Cetak Atlet Porprov Jawa Tengah XVII 2026 Dibayangi Efisiensi Anggaran


Kebiasaan bangun pagi, beribadah, serta pola makan sehat menjadi bagian dari pembentukan karakter tersebut.


"Penerima manfaat MBG sudah mencapai 93 persen, bahkan mendekati 95 persen," ujarnya.


Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah juga mulai menerapkan budaya sekolah ASRI, yakni aman, sehat, resik, dan indah, sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan belajar yang nyaman dengan pendekatan humanis.


Sementara itu, terkait persoalan anak tidak sekolah, Abdul Mu’ti mengakui masih tingginya angka anak yang belum mengakses pendidikan


Hal ini dipengaruhi berbagai faktor, seperti ekonomi, domisili, sosial budaya, keamanan di wilayah tertentu, hingga keterbatasan sarana dan prasarana pembelajaran.


Sebagai solusi, pemerintah berkomitmen menghadirkan pendidikan yang lebih mudah diakses. Pendidikan tidak hanya berbentuk formal, tetapi juga melalui jalur nonformal dan informal.


Beberapa alternatif yang disiapkan antara lain melalui Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), sekolah satu atap, program kesetaraan (Paket A, B, dan C), serta sekolah terbuka.


"Pendidikan harus lebih aksesibel, tidak harus selalu formal. 


Bisa melalui PKBM, program kesetaraan, maupun sekolah terbuka," jelasnya.


Selain akses, pemerintah juga memastikan pendidikan lebih terjangkau (affordable) melalui pemberian Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) bagi penyelenggara PKBM, yang disesuaikan dengan jumlah peserta didik.


Pembelajaran juga dirancang lebih fleksibel, terutama bagi anak-anak dengan kondisi tertentu, seperti atlet, seniman, atau mereka yang sudah bekerja. 


Untuk itu, disediakan layanan pembelajaran jarak jauh (distance learning) yang memungkinkan siswa belajar kapan saja dan di mana saja.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved