Sabtu, 25 April 2026

Berita Banyumas

Abdul Mu'ti Tepis Anggaran Pendidikan untuk MBG, Program Revitalisasi Sekolah Masih Jalan

program revitalisasi dan digitalisasi pendidikan pada tahun ini tidak hanya dilanjutkan, tetapi juga ditambah kuotanya.

Tribun Banyumas/Fajar Bahruddin Achmad
REVITALISASI SEKOLAH - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, dalam acara Peresmian Revitalisasi Satuan Pendidikan se-Kabupaten Banyumas bertema di Pendopo Si Panji, Purwokerto, Sabtu (25/4/2026) 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Pemerintah pusat terus memperkuat sektor pendidikan melalui program revitalisasi dan digitalisasi satuan pendidikan


Pada 2026, anggaran yang digelontorkan mencapai Rp14 triliun untuk 11.744 satuan pendidikan, dengan rencana tambahan hingga total Rp76 triliun dengan syarat apabila anggaran perubahan disetujui.


Hal tersebut disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, dalam acara Peresmian Revitalisasi Satuan Pendidikan se-Kabupaten Banyumas bertema "Wujudkan Sekolah Asri" di Pendopo Si Panji, Purwokerto, Sabtu (25/4/2026).


Abdul Mu’ti mengatakan, program revitalisasi dan digitalisasi pendidikan pada tahun ini tidak hanya dilanjutkan, tetapi juga ditambah kuotanya.


"Program revitalisasi tahun ini dianggarkan Rp14 triliun dengan sasaran 11.744 satuan pendidikan


Kami juga mengajukan tambahan anggaran pada perubahan 2026 untuk 60.000 satuan pendidikan, sehingga totalnya bisa mencapai Rp76 triliun," jelasnya.


Ia menambahkan, prioritas program tersebut meliputi sekolah terdampak bencana di sejumlah wilayah seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, kemudian sekolah di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta sekolah dengan kondisi rusak berat.


Apabila pengajuan tambahan anggaran disetujui Kementerian Keuangan, maka total satuan pendidikan yang akan mendapatkan program digitalisasi mencapai 71.744 sekolah di seluruh Indonesia.


Selain itu, pemerintah juga terus memperluas jangkauan Program Indonesia Pintar (PIP). 


Berdasarkan data, pada 2025 terdapat 19 juta penerima PIP, dan meningkat menjadi 19,6 juta penerima pada 2026.


Untuk jenjang pendidikan anak usia dini, bantuan juga diberikan kepada murid TK sebesar Rp450 ribu per tahun dengan total penerima mencapai 888.000 murid.


Di sisi lain, pemerintah turut meningkatkan kesejahteraan guru honorer. 


Insentif bulanan dinaikkan menjadi Rp400 ribu per bulan dan ditransfer langsung kepada guru, dari sebelumnya Rp350 ribu.


Abdul Mu’ti menegaskan, anggaran pendidikan tidak dipotong untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). 


Menurutnya, program MBG tetap berjalan beriringan dengan peningkatan alokasi pendidikan dasar dan menengah.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved