Rabu, 6 Mei 2026

Berita Banyumas

Tanah Leluhur Prabowo Masuk Kabupaten Termaju di Indonesia

Banyumas adalah satu dari empat kabupaten di Jawa Tengah yang masuk dalam kategori tersebut

Tayang:
Tribun Banyumas/Fajar Bahruddin Achmad
OLAHRAGA - Seorang warga joging di Alun-alun Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (13/1/2026). Warga mengeluhkan asap rokok di ruang terbuka hijau tersebut. 

TRIBUMBANYUMAS.COM, Dalam rilis Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) 2025 oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Banyumas masuk daftar 15 besar kabupaten termaju di Indonesia.

Bahkan disebut menempati peringkat ke-8 secara nasional.


Banyumas adalah satu dari empat kabupaten di Jawa Tengah yang masuk dalam kategori tersebut, bersama Kabupaten Sukoharjo, Semarang, dan Klaten.


Sekretaris Daerah Kabupaten Banyumas, Agus Nur Hadie, mengklaim, peningkatan daya saing Banyumas tidak hanya terlihat dari sisi ekonomi, tetapi juga dari kualitas sumber daya manusia dan kondisi sosial masyarakat yang terus membaik.


"Tidak hanya ekonomi, tapi sumber daya manusianya juga lebih sehat.

Pengangguran berkurang, anak tidak sekolah juga berkurang, infrastruktur makin baik. 

Di samping geliat ekonomi sendiri juga terus bergerak," ujarnya.


Menurut Agus, salah satu faktor masuknya Banyumas dalam kategori daerah paling maju adalah sektor pasar dan tenaga kerja.

Agus menilai, geliat ekonomi Banyumas juga ikut terdorong oleh banyaknya kegiatan berskala nasional yang digelar di wilayah Purwokerto dan sekitarnya.


"Event nasional juga banyak di sini, baik olahraga maupun kesenian. Seperti saat hari jadi, banyak kegiatan tingkat nasional di Purwokerto yang secara tidak langsung berpengaruh. 

Hotel penuh, UMKM laris, geliat ekonomi naik," katanya.


Selain faktor ekonomi dan aktivitas masyarakat, Banyumas juga dinilai semakin strategis karena ke depan akan menjadi lokasi sejumlah kantor dan institusi berskala nasional.


"Purwokerto juga akan ketempatan kantor tingkat nasional seperti Imigrasi, lalu ada sekolah kejuruan kepolisian, termasuk pendidikan jaksa nasional juga di sini," ungkap Agus.

Baca juga: Longsor Timpa Rumah di Sangkanayu Purbalingga, 1 Orang Tewas


Dalam pengukuran IDSD 2025, terdapat 12 komponen utama yang menjadi dasar penilaian, di antaranya institusi, infrastruktur, adopsi teknologi informasi dan komunikasi (TIK), stabilitas ekonomi makro, kesehatan, keterampilan, pasar produk, sistem keuangan, serta sejumlah indikator lainnya.


BRIN sendiri meluncurkan IDSD 2025 sebagai instrumen strategis berbasis data untuk memperkuat peran daerah dalam menopang daya saing nasional yang produktif dan inklusif. 


Indeks ini juga menjadi rujukan penting dalam penyusunan perencanaan pembangunan berbasis bukti.

 

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved