Selasa, 14 April 2026

Berita Banyumas

Pengusaha Keripik Tempe di Purwokerto Tertekan Imbas Harga Plastik Naik

Dalam operasional harian, usahanya membutuhkan sekitar 150 lembar plastik atau setara tiga pack. 

Tribun Banyumas/Permata Putra Sejati
HARGA PLASTIK MELEJIT - Proses membungkus keripik tempe salah satu oleh oleh khas Banyumas di Galeri Eco 21, Sawangan, Purwokerto, Selasa (7/4/2026). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Lonjakan harga plastik yang nyaris dua kali lipat justru menjadi pukulan paling berat bagi pelaku usaha oleh-oleh di Sawangan, Purwokerto. 


Bahkan kondisi ini melampaui dampak kenaikan bahan baku utama seperti kedelai.


Kondisi ini dirasakan langsung oleh pengusaha oleh-oleh di Sawangan yaitu Galeri Eco 21, Nanda Amalia Kuswanda. 


Ia mengungkapkan, kenaikan harga bahan baku mulai menekan operasional usahanya, terutama pada dua komponen utama yakni kedelai dan plastik sebagai kemasan.


"Bahan baku naik, otomatis kami juga harus menaikkan harga. 


Dampaknya tentu terasa," ujarnya kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (7/4/2026). 


Menurut Nanda, lonjakan paling signifikan terjadi pada harga plastik. 


Sebelumnya satu pack plastik dibanderol sekitar Rp42 ribu, kini harganya melonjak menjadi Rp72 ribu per pack. 


Dalam satu pack berisi 50 lembar plastik.


Dalam operasional harian, usahanya membutuhkan sekitar 150 lembar plastik atau setara tiga pack. 


Dengan harga terbaru, biaya yang harus dikeluarkan untuk plastik mencapai sekitar Rp216 ribu per hari, meningkat tajam dibanding sebelumnya.


Sementara itu, harga kedelai juga mengalami kenaikan meski tidak setinggi plastik. 


Namun, kenaikan yang terjadi secara bertahap tetap menimbulkan kekhawatiran bagi pelaku usaha.


"Kalau kedelai memang naiknya bertahap, tapi tetap merisaukan," jelasnya.


Situasi ini menempatkan pelaku usaha dalam posisi dilematis. 

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved