Sabtu, 11 April 2026

Berita Banyumas

Banyumas Bakal Punya Kantor Imigrasi, Urus Paspor tak Harus ke Cilacap

proses pembangunan kantor imigrasi diperkirakan memakan waktu sekitar satu tahun

Tribun Banyumas/Permata Putra Sejati
KANTOR IMIGRASI PURWOKERTO - Kepala Kantor Wilayah Imigrasi Jawa Tengah, Haryono Agus Setiawan (kiri) berfoto bersama Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono (kanan) di Ruang Joko Kaiman, Pendopo Si Panji, Purwokerto, Jumat (27/3/2026). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Purwokerto segera memiliki kantor imigrasi sendiri setelah keputusan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) disetujui.

Kepala Kantor Wilayah Imigrasi Jawa Tengah, Haryono Agus Setiawan menyebut proses pembangunan kantor imigrasi diperkirakan memakan waktu sekitar satu tahun, termasuk tahapan penetapan hingga persetujuan pembangunan.

"Keputusan dari MENPAN-RB baru kemudian baru-baru ini untuk dilaksanakan.

Kemungkinan setahun lah, mungkin setahun," ujarnya usai ditemui di Ruang Joko Kaiman, Pendopo Si Panji, Purwokerto, Jumat (27/3/2026).

Menurut Haryono, keberadaan kantor imigrasi di Purwokerto sudah lama dinantikan.

Selama ini, masyarakat dari berbagai wilayah harus mengurus dokumen keimigrasian ke Cilacap.

Ia mencontohkan warga dari Ajibarang maupun Bumiayu yang harus menempuh jarak cukup jauh hanya untuk membuat paspor atau mengurus dokumen lainnya.

"Kalau orang dari Ajibarang harus ke Cilacap atau dari Bumiayu juga, kan susah. Ini akan mendekatkan pelayanan publik ke masyarakat," jelasnya.

Selain itu, pesatnya perkembangan Purwokerto juga menjadi alasan kuat pembangunan kantor imigrasi.

Mulai dari pertumbuhan jumlah perguruan tinggi, industri, hingga peningkatan jumlah penduduk.

Haryono menegaskan, secara geografis dan ekonomi, Purwokerto menjadi pusat aktivitas wilayah di sekitarnya.

"Purwokerto ini kan hub. Ekonomi dari Purbalingga, Cilacap, sampai Tegal itu masuknya ke sini.

Jadi memang sudah seharusnya ada kantor imigrasi," tegasnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, sekitar 80 persen penduduk di wilayah tersebut berada pada usia produktif.

Hal ini berbanding lurus dengan tingginya kebutuhan layanan keimigrasian.

"Kalau permintaan, mungkin dalam satu tahun bisa ratusan ribu," katanya.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved