OTT KPK di Cilacap
Skandal THR Cilacap, Plt Bupati Ammy Minta Masyarakat Tetap Berpikir Positif ke Forkopimda
Plt Bupati Cilacap Ammy Amalia meminta masyarakat tetap berpikir positif terhadap jajaran Forkopimda Cilacap di tengah skandal THR untuk mereka.
Penulis: rika ira | Editor: rika irawati
Ringkasan Berita:
- Plt Bupati Cilacap Ammy Amalia meminta masyarakat tetap berpikiran positif terhadap jajaran Forkopimda Cilacap di tengah kabar pembagian THR hasil pemerasan OPD.
- Ammy menyatakan, Forkopimda Cilacap juga mendukung Pemkab Cilacap menjalankan roda pemerintahan di tengah kasus hukum yang menjerat Bupati Syamsul Auliya Rachman.
- Diketahui, Syamsul ditangkap KPK dalam skandal THR untuk Forkopimda Cilacap.
TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Cilacap Ammy Amalia Fatma Surya meminta masyarakat tetap berpikiran positif kepada jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat di tengah kasus hukum yang menjerat Bupati Syamsul Auliya Rachman.
Diketahui, Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT), Jumat (13/3/2026), atas dugaan pemerasan terhadap pejabat di organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkab Cilacap.
Setiap OPD diminta menyetor uang Rp75 juta hingga Rp100 juta sebagai tunjangan hari raya (THR) yang akan dibagikan kepada anggota Forkopimda Cilacap.
Forkopimda adalah wadah komunikasi yang berisikan kepala daerah (bupat, wali kota, gubernur), ketua DPRD, serta pimpinan instansi vertikal.
Dalam hal ini, instansi vertikal di daerah meliputi kepala polres atau kepala polda, ketua pengadilan negeri atau ketua pengadilan tinggi, serta kepala kejaksaan negeri atau kepala kejaksaan tinggi.
Baca juga: Plt Bupati Cilacap Minta Waktu Buktikan Kembali Komitmen Sejahterakan Warga di Tengah Prahara Hukum
Ammy mengajak masyarakat tidak berspekulasi terhadap informasi yang belum terbukti dalam persidangan.
"Saya meminta rekan-rekan tidak berspekulasi dengan keterangan-keterangan yang belum dibuktikan dalam persidangan."
"Kita tunggu saja bagaimana fakta-fakta yang akan terungkap nanti," kata Ammy di Cilacap, Minggu (15/3/2026).
Ammy mengatakan, Forkopimda Cilacap telah menyatakan dukungan agar roda pemerintahan di Kabupaten Cilacap tetap berjalan baik di tengah kasus yang menjerat Bupati Syamsul.
"Tadi juga Forkopimda sudah menyatakan dukungan kepada Pemerintah Kabupaten Cilacap dan menegaskan, apabila ada aparatur yang melakukan ancaman atau permintaan kepada jajaran pemerintah, agar segera dilaporkan," imbuhnya.
Uang di Goodie Bag
Sebelumnya, Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu mengatakan, pihaknya menetapkan Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman dan Sekda Cilacap Sadmoko Danardono dalam kasus dugaan pemerasan dengan modus pengumpulan uang THR dari setiap organisasi perangkat daerah (OPD).
Uang THR tersebut akan dibagikan kepada jajaran Forkompimda Cilacap, termasuk kapolresta Cilacap.
"Diperoleh informasi bahwa uang tersebut bahkan sudah di goodie bag ya, itu untuk Forkopimda."
"Salah satu Forkopimda itu adalah Polres gitu ya, Kapolres di situ," kata Asep dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Sabtu (14/3/2026) malam.
| PKB Beri Dukungan Moril ke Bupati Cilacap Nonaktif, Berharap Syamsul Kembali Pimpin Cilacap |
|
|---|
| KPK Geledah Rumah Sekda Nonaktif Cilacap: Tak Temukan Bukti, 'Brankas' Ternyata Hanya Oven Masak |
|
|---|
| Bupati Terjerat OTT KPK, Pemkab Cilacap Perketat Pengawasan OPD |
|
|---|
| Sikap DPRD Cilacap Terkait Kasus Bupati: Hormati Proses Hukum dan Kedepankan Praduga Tak Bersalah |
|
|---|
| Kapolresta Cilacap Buka Suara soal Isu Dugaan Aliran Dana Kasus OTT KPK: Mengaku Tak Terlibat |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/Syamsul-Ammy-saat-daftar-ke-KPU-Cilacap.jpg)