Berita Banyumas
Perampok Rumah di Sumbang Banyumas Berlogat Ngapak, tak Ada Sidik Jari
Polresta Banyumas masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku yang diduga beraksi dengan pola serupa di beberapa lokasi
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Aksi perampokan disertai kekerasan yang berulang di wilayah Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, menjadi perhatian polisi.
Polresta Banyumas masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku yang diduga beraksi dengan pola serupa di beberapa lokasi.
Kasatreskrim Polresta Banyumas, AKP Ardi Kurniawan menyampaikan pihaknya masih menyelidiki kasus pencurian dengan kekerasan di wilayah Kecamatan Sumbang.
Ia mengatakan, penyidik telah melakukan proses pengumpulan bahan keterangan (pulbaket) dan pendalaman terhadap berbagai informasi yang telah diperoleh.
"Untuk kasus ini kita masih dalam tahap penyelidikan dan pengumpulan bahan keterangan.
Beberapa keterangan memang sudah ada, tetapi masih terus kita dalami.
Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa segera terungkap," kata Ardi kepada Tribunbanyumas.com, Selasa (24/2/2026).
Baca juga: Info Harga Terbaru Emas Antam Hari Ini, Naik Lagi
Menurutnya, dalam kasus tersebut diduga pelaku berjumlah lebih dari dua orang.
Modus yang digunakan juga sama dengan kejadian sebelumnya, yakni disertai unsur pengancaman terhadap korban.
"Untuk kasus yang kedua ini, indikasinya pelaku lebih dari dua orang.
Modus operandinya juga sama, ada unsur pengancaman kepada korban," jelasnya.
Sejauh ini, penyidik telah memeriksa sejumlah saksi, terutama dari pihak korban.
"Kalau untuk saksi, dari pihak korban sendiri sudah ada tiga orang yang kita periksa.
Mereka semua terkait dengan kejadian yang ada di wilayah Sumbang," ujarnya.
Logat Ngapak
Ardi menambahkan, dari keterangan korban dan saksi, terdapat indikasi pelaku menggunakan logat ngapak saat berbicara.
Hal ini memunculkan kemungkinan pelaku berasal dari wilayah sekitar.
"Memang ada keterangan dari korban pelaku berbicara menggunakan logat ngapak.
Jadi ada kemungkinan pelaku berasal dari daerah sekitar, tetapi hal itu masih kita dalami," katanya.
Terkait kekhawatiran masyarakat akibat beberapa kejadian serupa yang terjadi belakangan ini, pihak kepolisian juga telah meningkatkan patroli untuk menjaga situasi keamanan.
Menurut Ardi, Kapolresta Banyumas telah memerintahkan jajaran mengintensifkan patroli, terutama selama bulan Ramadan.
"Kami sudah melaksanakan patroli secara rutin.
Mulai dari waktu buka puasa untuk mengantisipasi kemacetan, kemudian saat salat tarawih juga ada patroli bergiliran," jelasnya.
Sementara itu, khusus untuk jajaran reserse kriminal, patroli dilakukan pada waktu rawan kejahatan.
"Untuk tim Reskrim, patroli dilakukan mulai pukul 01.00 WIB sampai 05.00 WIB pagi.
Area Sumbang sebenarnya setiap malam kita putar terus. Ring serse juga sudah kita tempatkan di wilayah Sumbang, Baturraden, hingga Kembaran," katanya.
Meski demikian, ia mengakui waktu kejadian yang terjadi mendekati waktu subuh membuat patroli dan pelaku seolah saling berselisih waktu.
"Mungkin istilahnya selisiban.
Saat kita patroli di sana sekitar pukul tiga atau setengah empat, ternyata kejadian terjadi mendekati waktu subuh," ujarnya.
Ardi juga menegaskan kasus kejahatan tidak hanya terjadi di wilayah Sumbang, melainkan juga di sejumlah daerah lain di Banyumas.
"Bukan hanya di Sumbang.
Sebelumnya juga ada kejadian di Sumpiuh, Jatilawang, dan beberapa tempat lainnya.
Hanya saja kebetulan beberapa TKP terakhir berada di wilayah Sumbang," jelasnya.
Tak ada sidik jari
Dalam proses penyelidikan, polisi juga mengalami kendala dalam pengumpulan barang bukti.
Menurut Ardi, penyidik tidak menemukan sidik jari di lokasi kejadian karena pelaku diduga menggunakan sarung tangan saat beraksi.
"Kita sudah maksimal mencari sidik jari di lokasi, tetapi tidak ditemukan.
Berdasarkan keterangan korban, pelaku menggunakan sarung tangan saat melakukan aksinya," ungkapnya.
Pihak kepolisian memastikan akan terus melakukan penyelidikan secara intensif hingga pelaku dapat diungkap.
Baca juga: Info Harga Terbaru Emas Antam Hari Ini, Naik Lagi
Sebelumnya sempat diberitakan aksi perampokan dengan kekerasan terjadi di rumah pasangan lansia di Desa Limpakuwus RT 5 RW 4, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas, Selasa (24/2/2026) sekitar pukul 04.30 WIB.
Korban adalah Lasminah (66) yang saat itu berada di rumah dalam kondisi sakit, sementara suaminya, Danim (70), pergi ke musala untuk salat Subuh berjamaah.
Tak lama setelah suaminya pergi, dua pria tak dikenal masuk ke rumah dan mendatangi korban di dalam kamar.
Salah satu pelaku mengancam korban agar tidak berteriak, sementara pelaku lainnya mencari barang berharga di dalam rumah.
Pelaku kemudian mengambil uang receh sekitar Rp400 ribu yang disimpan di kaleng bekas biskuit serta sepasang anting emas seberat sekitar 2 gram senilai sekitar Rp2 juta.
Setelah mengambil barang tersebut, kedua pelaku melarikan diri.
Sekitar pukul 04.45 WIB, suami korban pulang dan mendapati istrinya menangis lalu melaporkan kejadian tersebut kepada Ketua RT dan pihak kepolisian.
Akibat peristiwa tersebut, korban mengalami kerugian sekitar Rp2,4 juta.
Kasus pencurian dengan pemberatan itu kini masih dalam penyelidikan Polsek Sumbang.
Sebelumnya juga sempat terjadi perampokan juga di Desa Kotayasa, Kecamatan Sumbang, Senin (9/2/2026) sekitar pukul 02.00 WIB.
Aksi tersebut diduga dilakukan empat pelaku yang masuk dengan cara mencongkel jendela rumah.
Para pelaku menyekap penghuni rumah dan memaksa mereka menunjukkan tempat penyimpanan uang.
Dari dalam tas, pelaku mengambil uang sekitar Rp12.400.000 yang merupakan kas warga dan uang dari tempat korban bekerja di koperasi. (jti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/TKP-perampokan-banyumas-s.jpg)