Berita Banyumas
Perampok Rumah di Sumbang Banyumas Berlogat Ngapak, tak Ada Sidik Jari
Polresta Banyumas masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku yang diduga beraksi dengan pola serupa di beberapa lokasi
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: khoirul muzaki
Ardi menambahkan, dari keterangan korban dan saksi, terdapat indikasi pelaku menggunakan logat ngapak saat berbicara.
Hal ini memunculkan kemungkinan pelaku berasal dari wilayah sekitar.
"Memang ada keterangan dari korban pelaku berbicara menggunakan logat ngapak.
Jadi ada kemungkinan pelaku berasal dari daerah sekitar, tetapi hal itu masih kita dalami," katanya.
Terkait kekhawatiran masyarakat akibat beberapa kejadian serupa yang terjadi belakangan ini, pihak kepolisian juga telah meningkatkan patroli untuk menjaga situasi keamanan.
Menurut Ardi, Kapolresta Banyumas telah memerintahkan jajaran mengintensifkan patroli, terutama selama bulan Ramadan.
"Kami sudah melaksanakan patroli secara rutin.
Mulai dari waktu buka puasa untuk mengantisipasi kemacetan, kemudian saat salat tarawih juga ada patroli bergiliran," jelasnya.
Sementara itu, khusus untuk jajaran reserse kriminal, patroli dilakukan pada waktu rawan kejahatan.
"Untuk tim Reskrim, patroli dilakukan mulai pukul 01.00 WIB sampai 05.00 WIB pagi.
Area Sumbang sebenarnya setiap malam kita putar terus. Ring serse juga sudah kita tempatkan di wilayah Sumbang, Baturraden, hingga Kembaran," katanya.
Meski demikian, ia mengakui waktu kejadian yang terjadi mendekati waktu subuh membuat patroli dan pelaku seolah saling berselisih waktu.
"Mungkin istilahnya selisiban.
Saat kita patroli di sana sekitar pukul tiga atau setengah empat, ternyata kejadian terjadi mendekati waktu subuh," ujarnya.
Ardi juga menegaskan kasus kejahatan tidak hanya terjadi di wilayah Sumbang, melainkan juga di sejumlah daerah lain di Banyumas.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/TKP-perampokan-banyumas-s.jpg)