Kamis, 9 April 2026

Berita Cilacap

Kisah Unik Yuria Pengusaha Steak Cilacap, Semua Pegawainya Perempuan

bisnis bukan sekadar mencari keuntungan, tetapi menjadi ruang tumbuh bagi perempuan agar lebih mandiri dan berdaya

Tribun Banyumas
Bosteak Cilacap - Yuria Ekalitani, pengusaha muda asal Cilacap, berpose di booth Bosteak sambil menunjukkan sertifikat penghargaan yang diraihnya. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Di tengah tantangan ekonomi yang semakin kompleks, Yuria Ekalitani, pengusaha muda asal Kabupaten Cilacap, membuktikan bahwa pemberdayaan perempuan bisa menjadi kunci penguatan ekonomi keluarga dan daerah.


Bagi Yuria Ekalitani, bisnis bukan sekadar mencari keuntungan, tetapi menjadi ruang tumbuh bagi perempuan agar lebih mandiri dan berdaya.


Melalui usaha kulinernya Bosteak, Yuria membangun ekosistem kerja yang seluruhnya diisi oleh perempuan.


Saat ini, 100 persen karyawan di unit usaha yang ia kelola merupakan perempuan dari berbagai latar belakang.


“Kami memang fokus pada pemberdayaan perempuan, jadi seluruh tim adalah perempuan dan mereka terus kami dampingi agar berkembang,” ujar Yuria.


Yuria tidak hanya membuka lapangan pekerjaan, tetapi juga memberikan pelatihan rutin untuk meningkatkan kapasitas para pekerjanya.


Setiap bulan, para karyawan mendapatkan pelatihan mulai dari manajemen keuangan, pengembangan keterampilan produksi, hingga pelatihan ketahanan keluarga.


“Kalau tidak ada peningkatan keterampilan, mereka bisa jenuh dan tidak berkembang, jadi kami kirim mereka ikut pelatihan supaya skill nya naik dan kepercayaan dirinya juga tumbuh,” katanya.


Menurut Yuria, perempuan saat ini memiliki peran ganda sebagai pengelola rumah tangga sekaligus penopang ekonomi keluarga.


Ia melihat kondisi ekonomi yang dinamis membuat banyak perempuan harus ikut bekerja untuk membantu keuangan keluarga.


Karena itu, ia berupaya menciptakan lingkungan kerja yang tidak hanya produktif, tetapi juga suportif terhadap kebutuhan perempuan.


Perjalanan Yuria dalam membangun usaha sendiri berawal dari kondisi sulit pada tahun 2016.


Saat itu, ia dan suaminya hanya memiliki Rp250 ribu per bulan untuk bertahan hidup setelah tabungan mereka habis akibat penipuan.


“Punya uang Rp250 ribu per bulan untuk hidup itu rasanya sangat berat, dari situ saya berpikir tidak bisa terus bergantung dan harus mencari cara agar bisa bangkit,” ujarnya.


Dari kondisi tersebut, Yuria mulai berjualan steak secara online hanya bermodal telepon genggam dan sepeda motor.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved