Rabu, 29 April 2026

Berita Cilacap

Kisah Unik Yuria Pengusaha Steak Cilacap, Semua Pegawainya Perempuan

bisnis bukan sekadar mencari keuntungan, tetapi menjadi ruang tumbuh bagi perempuan agar lebih mandiri dan berdaya

Tayang:
Tribun Banyumas
Bosteak Cilacap - Yuria Ekalitani, pengusaha muda asal Cilacap, berpose di booth Bosteak sambil menunjukkan sertifikat penghargaan yang diraihnya. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Di tengah tantangan ekonomi yang semakin kompleks, Yuria Ekalitani, pengusaha muda asal Kabupaten Cilacap, membuktikan bahwa pemberdayaan perempuan bisa menjadi kunci penguatan ekonomi keluarga dan daerah.


Bagi Yuria Ekalitani, bisnis bukan sekadar mencari keuntungan, tetapi menjadi ruang tumbuh bagi perempuan agar lebih mandiri dan berdaya.


Melalui usaha kulinernya Bosteak, Yuria membangun ekosistem kerja yang seluruhnya diisi oleh perempuan.


Saat ini, 100 persen karyawan di unit usaha yang ia kelola merupakan perempuan dari berbagai latar belakang.


“Kami memang fokus pada pemberdayaan perempuan, jadi seluruh tim adalah perempuan dan mereka terus kami dampingi agar berkembang,” ujar Yuria.


Yuria tidak hanya membuka lapangan pekerjaan, tetapi juga memberikan pelatihan rutin untuk meningkatkan kapasitas para pekerjanya.


Setiap bulan, para karyawan mendapatkan pelatihan mulai dari manajemen keuangan, pengembangan keterampilan produksi, hingga pelatihan ketahanan keluarga.


“Kalau tidak ada peningkatan keterampilan, mereka bisa jenuh dan tidak berkembang, jadi kami kirim mereka ikut pelatihan supaya skill nya naik dan kepercayaan dirinya juga tumbuh,” katanya.


Menurut Yuria, perempuan saat ini memiliki peran ganda sebagai pengelola rumah tangga sekaligus penopang ekonomi keluarga.


Ia melihat kondisi ekonomi yang dinamis membuat banyak perempuan harus ikut bekerja untuk membantu keuangan keluarga.


Karena itu, ia berupaya menciptakan lingkungan kerja yang tidak hanya produktif, tetapi juga suportif terhadap kebutuhan perempuan.


Perjalanan Yuria dalam membangun usaha sendiri berawal dari kondisi sulit pada tahun 2016.


Saat itu, ia dan suaminya hanya memiliki Rp250 ribu per bulan untuk bertahan hidup setelah tabungan mereka habis akibat penipuan.


“Punya uang Rp250 ribu per bulan untuk hidup itu rasanya sangat berat, dari situ saya berpikir tidak bisa terus bergantung dan harus mencari cara agar bisa bangkit,” ujarnya.


Dari kondisi tersebut, Yuria mulai berjualan steak secara online hanya bermodal telepon genggam dan sepeda motor.


Pengalaman mengolah steak saat menempuh pendidikan di Kanada menjadi bekal awal dalam merintis usaha kuliner tersebut.


Setelah mendapatkan respons positif dari keluarga dan teman, ia memberanikan diri membuka pesanan secara lebih luas.


Dalam waktu satu tahun, usaha kecil tersebut berkembang hingga akhirnya ia membuka restoran di Cilacap.


Namun pandemi Covid-19 sempat membuat usahanya terhenti dengan nol penjualan selama tiga bulan.


Alih-alih menyerah, Yuria justru berinovasi dengan memproduksi marinated steak dan aneka saus marinasi kemasan.

Baca juga: Innalillahi, Anggota DPRD Kebumen Noviandri Tutup Usia


Produk saus marinasi itu dirancang untuk memudahkan para ibu bekerja agar tetap bisa menyajikan makanan bergizi bagi keluarga.


“Inovasi ini kami buat untuk membantu perempuan yang waktunya terbatas, supaya tetap bisa memasak praktis tapi berkualitas dan tanpa pengawet,” jelasnya.


Seluruh bahan yang digunakan berasal dari bahan segar dan rempah-rempah lokal Nusantara.


Ia mengembangkan cita rasa khas daerah seperti balado Padang, seafood Kalimantan, hingga bumbu kuning Jawa sebagai identitas produk.


Selain fokus pada bisnis dan pemberdayaan internal, Yuria juga aktif mendukung perempuan pelaku UMKM lainnya.


Ia kerap memberikan pendampingan dan motivasi bagi UMKM perempuan agar berani memulai usaha.


Bagi Yuria, perempuan harus saling menguatkan dan berbagi peluang agar ekonomi lokal bisa tumbuh bersama.


Komitmen sosial itu juga diwujudkan melalui bantuan makanan siap saji bagi warga terdampak bencana di sejumlah daerah.


Pada akhir 2025 lalu, ia menyalurkan bantuan bencana di Majenang Cilacap dan Aceh, melalui dana CSR (Corporate Social Responsibility).


Dana CSR usaha yang ia kelola disisihkan untuk membantu korban bencana agar tetap mendapatkan asupan makanan bergizi.


“Kami ingin usaha ini tidak hanya berdampak secara ekonomi, tetapi juga sosial, terutama bagi perempuan dan keluarga,” ungkapnya.


Kisah Yuria Ekalitani menjadi bukti bahwa dari keterbatasan bisa lahir gerakan pemberdayaan perempuan yang berdampak luas.


Dari Cilacap, ia membangun usaha yang tidak hanya bertahan, tetapi juga menguatkan perempuan agar lebih mandiri dan percaya diri dalam menghadapi tantangan zaman. (ray)

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved