Cilacap
KSDA Cilacap Lepas 4 Monyet di Nusakambangan, Libatkan Mahasiswa Unsoed
KSDA Cilacap lepasliarkan 4 monyet ekor panjang di CA Nusakambangan Timur, Rabu (11/2). Libatkan mahasiswa UNSOED-UGM sebagai sarana edukasi.
Penulis: Rayka Diah Setianingrum | Editor: Daniel Ari Purnomo
Ringkasan Berita:
- Empat Monyet Ekor Panjang (MEP) dilepasliarkan di Cagar Alam Nusakambangan Timur oleh KSDA Cilacap.
- Satwa berasal dari penyerahan Damkar Kebumen, masyarakat, dan hasil pengamanan petugas di perumahan.
- Kegiatan ini melibatkan mahasiswa delegasi AWC Segara Anakan 2026 dari UNSOED dan UGM.
- Petugas juga mengambil data dari camera trap di sekitar Pal 10 untuk pemantauan populasi satwa liar.
TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Empat ekor Monyet Ekor Panjang (MEP) kembali menghirup udara bebas setelah dilepasliarkan di kawasan Cagar Alam (CA) Nusakambangan Timur, Kabupaten Cilacap, Rabu (11/2/2026).
Pelepasliaran satwa di kawasan konservasi ini dilakukan oleh Resor KSDA Wilayah Cilacap, sekaligus menjadi bagian dari pendampingan kegiatan mahasiswa pecinta alam di kawasan tersebut.
Kepala Resor Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah Cilacap, Wahyono Restanto, mengatakan empat Monyet Ekor Panjang yang dilepasliarkan berasal dari hasil penyerahan masyarakat dan pengamanan petugas di lapangan.
Baca juga: Warga Gedanganak Semarang Resah, Monyet Ekor Panjang Berkeliaran di Atap dan Halaman
Libatkan Mahasiswa Unsoed
“Dua ekor MEP jantan merupakan penyerahan dari Damkar Kabupaten Kebumen, satu ekor MEP betina dari Masyarakat Mitra Polhut Pandu Nusa Buana, dan satu ekor betina lainnya hasil pengamanan satwa di Perumahan Setia Budi, Kecamatan Cilacap Utara,” ujar Wahyono.
Ia menjelaskan, sebelum dikembalikan ke habitat alaminya, keempat monyet tersebut telah melalui proses observasi dan pemeriksaan kesehatan untuk memastikan kondisinya layak lepas.
Momentum ini juga dimanfaatkan sebagai sarana edukasi lapangan bagi mahasiswa yang tergabung dalam delegasi AWC Segara Anakan 2026 dari Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) dan Universitas Gadjah Mada (UGM).
Pantau Kamera Trap
“Para mahasiswa mendapat pengenalan langsung mengenai ekosistem hutan, serta informasi terkait status dan potensi keanekaragaman hayati yang ada di CA Nusakambangan Timur,” lanjutnya.
Di sela kegiatan tersebut, petugas KSDA Cilacap juga melakukan pengambilan data dari camera trap yang terpasang di sekitar Pal 10.
Hal ini merupakan bagian dari upaya pemantauan rutin terhadap populasi dan pergerakan satwa liar di dalam kawasan cagar alam.
Jaga Ekosistem Hutan
“Kita juga ambil data dari beberapa camera trap yang sudah dipasang di sekitar kawasan Cagar Alam,” tandas Wahyono.
Selain pelepasliaran dan edukasi, tim KSDA memberikan sosialisasi kepada masyarakat yang hendak memasuki kawasan CA Nusakambangan Timur.
Petugas mengingatkan bahwa wilayah tersebut adalah kawasan konservasi yang dilindungi dan tidak boleh dimanfaatkan secara sembarangan.
Langkah ini diharapkan dapat menjaga kelestarian Nusakambangan sebagai habitat alami satwa liar. (ray)
| Gaji Sebulan Tak Kebeli Emas 1 Gram, Seribu Buruh Cilacap Siap Kepung Jalanan |
|
|---|
| Dexlite Tembus Rp23 Ribu, SPBU di Kroya Cilacap Mendadak Lengang |
|
|---|
| Ramai Isu El Nino Godzilla Landa Cilacap, Ini Penjelasan Resmi BMKG |
|
|---|
| Niat Matikan Lampu Rumah, Warga Wanareja Malah Temukan Mayat di Kolam |
|
|---|
| Damkar Cilacap Evakuasi HP Bocah Terjebak di Rel Jalan Sawo |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260211-PELEPASLIARAN-MONYET.jpg)