Kebumen
Dapat Rp 100 Juta Per Hektare, 8 Desa di Kebumen Siap Mina Padi
Pemerintah pusat survei 114 hektare lahan di Kebumen untuk program Mina Padi. Tiap hektare bakal diguyur bantuan sarpras senilai Rp 100 juta.
Penulis: Agus Iswadi | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNBANYUMAS.COM, KEBUMEN – Kabar gembira bagi sektor pertanian dan perikanan di Kabupaten Kebumen.
Sebanyak delapan desa diusulkan menjadi lokasi sentra pengembangan sistem pertanian terpadu atau dikenal dengan Mina Padi.
Tak tanggung-tanggung, total lahan yang disiapkan mencapai 114 hektare.
Baca juga: Lumba-lumba Terdampar di Pantai Menganti Kebumen, Kondisi Mati Mulai Membusuk
Kabid Perikanan Budidaya Dinas Lingkungan Hidup Kelautan dan Perikanan (DLHKP) Kebumen, Yochanes Agung Pamudji mengatakan, usulan ini telah ditindaklanjuti serius oleh pemerintah pusat.
Tim dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI baru saja merampungkan survei lapangan.
"Sesuai ketentuan, minimal lahan di satu titik ialah 10 hektare. Dari survei ada yang 10 hektare, 15, hingga 20 hektare. Totalnya 114 hektare di delapan titik tersebut," jelas Agung, Minggu (1/2/2026).
Bantuan Rp 100 Juta/Hektare
Agung menjelaskan, program Mina Padi ini menawarkan insentif yang menggiurkan bagi kelompok tani.
Pemerintah pusat menyiapkan dukungan sarana dan prasarana (Sarpras) senilai Rp 100 juta untuk setiap satu hektare lahan.
Dana tersebut digunakan untuk menata lahan agar sesuai dengan standar sistem Mina Padi, di mana sawah tidak hanya ditanami padi, tetapi juga menjadi kolam bagi budidaya ikan.
"Karena ada padi, ada ikan di dalamnya. Ini kan kolaborasi. Kolaborasi ini menjadi satu kesatuan yang di dalamnya nanti ada peran petani dan pembudidaya untuk eksis bersama-sama," terangnya.
Saat ini, bola keputusan ada di tangan Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya KKP RI untuk menetapkan lokasi mana saja yang lolos seleksi.
Dinas berkomitmen melakukan pendampingan penuh jika program ini resmi berjalan, demi meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan petani Kebumen. (Ais)
| Harga Cuma Rp1.700 per Biji, Pengusaha Sokka Pejagoan Siap Pasok Program Gentengisasi |
|
|---|
| Jembatan Karanganyar Dibuka, Tukang Becak Motor Tak Lagi Sepi Penumpang |
|
|---|
| Ditinggal Kenduren, Warung di Kebumen Kebobolan Maling untuk Ketiga Kalinya |
|
|---|
| Digempur Truk Raksasa, 3 Kilometer Jalan Alternatif Buayan Kebumen Remuk |
|
|---|
| Harlah Ke-92 GP Ansor, PC Kebumen Gelar Istighosah dan Bersih Pantai |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260201-Survei-Mina-Padi.jpg)