Jumat, 1 Mei 2026

Berita Cilacap

Cek Pengolahan Sampah di Cilacap, Menko Zulhas Soroti Kondisi Mesin RDF yang Perlu Peremajaan

Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan soroti perlunya peremajaan mesin pengolah sampah RDF di Cilacap.

Tayang:
Tribun Banyumas/Istimewa
KUNJUNGAN KERJA - Menko Zulkifli Hasan berkunjung ke RDF Jeruklegi Cilacap, Jumat (23/1/2026). Dalam kunjungannya, Zulhas meminta agar mesin RDF diperbaiki. 

Ringkasan Berita:
  • Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan soroti mesin RDF pengolah sampah di Cilacap yang memerlukan peremajaan.
  • Dia memerintahkan sekda dan bupati Cilacap segera menangani peremajaan mesin RDF agar penanganan sampah di Cilacap maksimal.
  • Kehadiran mesin RDF untuk pengolahan sampah penting lantaran pembuangan sampah tidak boleh lagi sistem open dumping.

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) menyoroti kondisi mesin pengolah sampah Refuse Derived Fuel (RDF) di Desa Tritih Lor, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, Jumat (23/1/2026).

Zulhas mengatakan, kerusakan pada mesin yang tidak segera diperbaiki merupakan persoalan serius dalam pengelolaan sampah di Cilacap.

Zulkifli Hasan menjelaskan, sistem pengolahan sampah berbasis mesin memiliki masa kerja sekitar lima tahun sehingga memerlukan peremajaan, baik melalui servis maupun penggantian komponen, layaknya perawatan kendaraan.

“Kalau sudah lima tahun, ya mesinnya harus diperbarui, ada yang di-service, ada juga yang diganti, karena ini mesin," kata Zulhas dalam kunjungannya itu.

Baca juga: Raih Penghargaan Adipura Tahun 2023, Pemkab Cilacap Bakal Naikkan Kapasitas TPST RDF

Ia menyebutkan, persoalan muncul ketika pengelolaan yang semula ditangani pihak swasta kemudian beralih ke pemerintah daerah namun proses transisinya mengalami keterlambatan.

Akibat keterlambatan tersebut, perbaikan mesin belum tuntas dan kontrak pembelian RDF belum berjalan sehingga sampah tidak bisa distok dan volumenya terus meningkat setiap hari.

"Karena kontraknya terlambat, mesinnya belum siap, akhirnya sampah terus naik dan alatnya kurang," ungkapnya.

Melihat kondisi itu, Zulhas menginstruksikan sekretaris daerah dan bupati Cilacap segera menyelesaikan seluruh persoalan teknis maupun administratif yang menghambat pengolahan sampah.

Ia membuka peluang keterlibatan pihak swasta untuk mempercepat penanganan, termasuk mengambil alih pengelolaan apabila dinilai lebih efektif.

"Kalau bisa swasta atau ambil yang lolos, tidak apa-apa, malah lebih bagus, yang penting Cilacap bersih dari sampah," tegasnya.

Politisi asal PAN ini menekankan kebersihan area depan fasilitas pengolahan menjadi indikator utama apakah sistem berjalan baik atau tidak.

“Kalau di depan rapi, berarti di dalamnya sempurna."

"Tapi, kalau di depan masih berserakan, artinya jalannya belum sempurna," katanya.

Baca juga: Pemkab Cilacap Berharap Kucuran dari Pusat untuk Mencegah Banjir, Proposal Strategi Sudah Disusun

Ia juga mengingatkan Pemkab Cilacap bahwa praktik pembuangan sampah secara terbuka atau open dumping kini sudah dilarang sesuai undang-undang baru tentang pengelolaan sampah.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved