Berita Banyumas
Segini Tarif Ambulans Desa di Banyumas, Bandingkan dengan Rumah Sakit
Sistem pengelolaan ambulans desa di wilayah Kabupaten Banyumas dinilai masih belum seragam
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: khoirul muzaki
"Di tempat saya armadanya ada, tapi tidak ada sopir tetap.
Honornya juga beda-beda tiap desa, disesuaikan kemampuan desa masing-masing," kata Sikin.
Ia menyebut, ada desa yang hanya menanggung biaya perawatan kendaraan, sementara biaya bahan bakar dibebankan kepada keluarga pasien.
Hingga kini, sebagian besar ambulans desa tidak mematok tarif pasti.
"Biasanya hanya pengganti bensin.
Misalnya dari Cikakak ke RSUD Margono ada yang memberi Rp150 ribu.
Bahkan kalau ada yang ngasih terlalu besar, saya kembalikan.
Karena tujuan kita kemanusiaan," ucapnya.
Menurut Sikin, besaran uang pengganti bensin umumnya disesuaikan dengan jarak tempuh.
Dari Kecamatan Gumelar ke Purwokerto, misalnya, kisaran Rp200 ribu.
Sementara dari Pekuncen ke Ajibarang sekitar Rp50 ribu.
Ia berpandangan, seharusnya persoalan tarif dan sistem kerja ambulans desa bisa diatur secara resmi melalui Peraturan Desa (Perdes).
Dengan begitu, ada kepastian soal upah sopir sekaligus anggaran perawatan armada.
"Dari awal mobil ambulans itu ada, harusnya diperdeskan.
Jadi jelas ada sopir tetap, jelas juga perawatannya," katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/20260113-Ambulans-Pekuncen.jpg)