Kamis, 30 April 2026

Berita Banyumas

Segini Tarif Ambulans Desa di Banyumas, Bandingkan dengan Rumah Sakit

Sistem pengelolaan ambulans desa di wilayah Kabupaten Banyumas dinilai masih belum seragam

Tayang:
Tribun Banyumas/Permata Putra Sejati
Klarifikasi Puskesmas: Unit ambulans terparkir di depan Puskesmas 1 Pekuncen, Banyumas, Selasa (13/1/2026). Kepala Puskesmas membantah armada tidak siap dan menegaskan pentingnya prosedur stabilisasi pasien jantung. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Sistem pengelolaan ambulans desa di wilayah Kabupaten Banyumas dinilai masih belum seragam, mulai dari skema koordinasi, honor sopir, hingga spesifikasi armada. 


Hal ini terungkap dari pernyataan salah satunya dari Paguyuban Siaga Desa Banyumas Barat yang menaungi puluhan relawan dan armada ambulans desa.


Perwakilan Paguyuban Siaga Desa Banyumas Barat, Sikin Prianto, menyebut wacana pengambilalihan atau penyeragaman koordinasi ambulans non-pemerintah oleh Dinas Kesehatan maupun puskesmas belum bisa diputuskan dalam waktu dekat. 


Pihaknya masih akan membahas rencana tersebut bersama anggota paguyuban dalam pertemuan rutin yang dijadwalkan Februari mendatang atau sebelum bulan puasa.


"Kalau soal diambilalih atau dijadikan satu manajemen, kami belum bisa menjawab sekarang. 


Itu harus dirapatkan dulu, karena belum tentu semua anggota sepakat," kata Sikin kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (16/1/2026). 


Ia mengakui, kondisi ambulans desa di Kabupaten Banyumas memang sangat beragam. 


Bahkan, ada desa yang hingga kini belum memiliki ambulans siaga, salah satunya Desa Banjaranyar, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas.


Namun, menurutnya, ketiadaan ambulans di satu desa seharusnya tidak menjadi alasan terhambatnya layanan darurat.


"Kalau di Banjaranyar memang belum ada ambulans desa. 


Tapi bukan berarti tidak bisa membantu. 


Bisa koordinasi dengan desa lain atau dengan teman-teman paguyuban yang armadanya sedang tidak dipakai dan posisinya paling dekat dengan pasien," ujarnya.


Namun demikian Kepala Desa Banjaranyar, Robi, menambahkan bahwa pada April 2026 pihak desa berencana akan ada pengadaan ambulance desa. 


Setiap desa memiliki sistem pengelolaan ambulans yang berbeda-beda, terutama terkait honor sopir. 


Di beberapa desa tidak terdapat sopir tetap, sehingga pengemudi sering berganti-ganti sesuai ketersediaan relawan.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved