Pendaki Hilang di Gunung Slamet
BREAKING NEWS - Evakuasi Jasad Syafiq Ali Dilakukan Pagi Ini, Tim SAR Minta Doa Cuaca Cerah
Tim SAR gabungan memutuskan menunda evakuasi lantaran faktor cuaca dan terbatasnya jarak pandang saat malam hari. Evakuasi dilakukan pagi ini
Penulis: Farah Anis Rahmawati | Editor: Rustam Aji
Ringkasan Berita:
- Proses evakuasi pendaki asal Magelang, Syafiq Ali, yang ditemukan meninggal dunia di jalur pendakian Dipajaya, Kabupaten Pemalang, belum dapat dilakukan pada Rabu (14/1/2026) malam.
- Tim SAR gabungan memutuskan menunda evakuasi lantaran terkendala faktor cuaca dan terbatasnya jarak pandang saat malam hari.
- Untuk proses evakuasi dijadwalkan dilakukan hari ini
TRIBUNBANYUMAS.COM, PEMALANG — Rencana evakuasi pendaki asal Magelang, Syafiq Ali, yang ditemukan meninggal dunia di jalur pendakian Dipajaya, Kabupaten Pemalang, belum dapat dilakukan pada Rabu (14/1/2026) malam.
Karena kondisi cuaca yang tidak bersahabat, Tim SAR gabungan memutuskan menunda evakuasi malam hari.
Rencananya, evakuasi dilakukan Kamis (15/1/2026) pagi ini.
Hal itu disampaikan Rescue Kantor SAR Semarang Unit Siaga SAR Pemalang, Handika Hengki, saat dijumpai Tribunbayumas.com, Rabu (14/1/2026) malam.
"Sebenarnya jenazah sempat direncanakan untuk diturunkan malam hari, namun kondisi cuaca yang tidak mendukung membuat proses evakuasi berisiko membahayakan keselamatan personel," jelasnya.
Tapi karena cuaca saat ini hujan, dan ketika malam hari jarak pandang terbatas sehingga bisa membahayakan personel.
"Jadi kita lakukan besok (hari ini,Red), mudah-mudahan cuaca cerah dan survivor bisa segera turun,” ujarnya.
Baca juga: BREAKING NEWS: Pendaki Gunung Slamet Syafiq Ali Ditemukan Meninggal
Sebagaimana diberitakan, Syafiq Ali yang sempat hilang sejak 28 Desember 2025 lalu dilaporkan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di Pos 9, tepatnya di jalur Gunung Malang
Saat ini, posisi tim SAR gabungan telah tersebar di sejumlah titik untuk mengamankan lokasi dan mempersiapkan proses evakuasi secara estafet.
“Keberadaan survivor saat ini masih di Pos 9 , di atas pelawangan. Sedangkan tim, saat ini bermacam-macam. Ada yang berada di dekat survivor, ada juga yang stay di Pos 5. Nantinya pergerakan akan disebar di tiap-tiap pos, dengan kekuatan sekitar 10 personel per pos, modelnya estafet,” jelasnya.
Handika melanjutkan, rencana evakuasi akan dimulai dari Pos 5 sekitar pukul 05.00 hingga 07.00 WIB, dengan perkiraan jenazah tiba di bawah pada siang hari, tergantung kondisi cuaca dan medan.
Lebih lanjut, Handika juga menegaskan bahwa secara prosedur, operasi SAR resmi telah ditutup setelah dilaksanakan selama tujuh hari dengan tambahan waktu dua hari sesuai SOP Basarnas. Setelah itu, kegiatan dialihkan ke tahap pemantauan.
Meski demikian, Basarnas tetap hadir dan memantau pergerakan relawan yang melakukan pencarian tahap dua secara mandiri.
Baca juga: Relawan Sempat Sisir Lokasi Jenazah Syafiq Ali di Gunung Slamet Namun Nihil, Jarak Pandang Terbatas
“Sejak awal teman-teman relawan melakukan pencarian mandiri, Basarnas tetap hadir dan stay di sini,” katanya.
Terkait keluarga korban, Handika menyampaikan bahwa orang tua Syafiq Ali saat ini telah kembali ke lokasi, meski posisi pastinya belum diketahui secara detail.
| Kahmi Cilacap Dorong Pembentukan Provinsi Jawa Selatan |
|
|---|
| Tinjau Pameran Produk Unggulan Desa di Boyolali, Taj Yasin Sebut Momentum Perkuat Ekonomi Daerah |
|
|---|
| Kebut Huntara, Brimob Polda Jateng Turun ke Maribaya Purbalingga |
|
|---|
| Relawan Sempat Sisir Lokasi Jenazah Syafiq Ali di Gunung Slamet Namun Nihil, Jarak Pandang Terbatas |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/baschamp-dipajaya.jpg)