Berita Cilacap
17 Keluarga Korban Longsor Cibeunying Majenang Segera Tempati Huntara
BPBD Cilacap juga akan melakukan pengundian nomor unit Huntara bagi 17 kepala keluarga
Penulis: Rayka Diah Setianingrum | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Sebanyak 17 kepala keluarga korban longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, dipastikan segera dipindahkan ke hunian sementara (Huntara) pada Januari 2026 sebagai prioritas penanganan pascabencana.
Sebelumnya bencana tanah longsor melanda Dusun Tarukahan dan Dusun Cibuyut, Desa Cibeunying.
Sebanyak 16 rumah warga tertimbun pada 13 November 2025 lalu.
Kepala Pelaksana BPBD Cilacap, Taryo, mengatakan relokasi ini merupakan arahan langsung Bupati Cilacap untuk memastikan warga yang rumahnya tertimbun longsor memiliki tempat tinggal layak.
“Yang menjadi prioritas adalah 17 kepala keluarga yang rumahnya tertimbun longsor dan tidak memiliki tempat tinggal, sehingga Januari ini kami targetkan sudah bisa menempati Huntara,” kata Taryo, Selasa (13/1/2026).
Adapun lokasi Huntara tersebut berada di Desa Jenang, Kecamatan Majenang.
Baca juga: Enam Pekerja Alih Daya Cilacap Longmarch ke Istana Usai Kena PHK, Ini Kata Perusahaan
Saat ini, BPBD bersama instansi terkait masih melakukan penataan kelengkapan Huntara, mulai dari jaringan listrik, air bersih, hingga perlengkapan rumah tangga dasar.
Taryo menjelaskan setiap unit Huntara akan dilengkapi tempat tidur, kasur, perlengkapan dapur, kompor gas beserta tabung, rak piring, hingga lemari pakaian agar kebutuhan dasar penghuni terpenuhi.
“Kami ingin ketika warga masuk ke Huntara, minimal kebutuhan dasarnya sudah siap sehingga mereka bisa langsung beraktivitas dengan nyaman,” ujarnya.
Untuk menjaga keadilan, BPBD Cilacap juga akan melakukan pengundian nomor unit Huntara bagi 17 kepala keluarga agar tidak terjadi rebutan atau kecemburuan sosial.
“Rencananya pengundian dilakukan sekitar tanggal 15, sehingga setiap keluarga mendapatkan nomor unit secara adil dan transparan,” jelas Taryo.
Setelah proses pengundian, penempatan warga ke Huntara direncanakan berlangsung sekitar tanggal 23 atau 24 Januari 2026 secara serentak.
Taryo menegaskan paling lambat akhir Januari seluruh 17 kepala keluarga korban longsor Cibeunying sudah menempati Huntara secara permanen sementara.
Saat ini, para korban masih tinggal sementara dengan kerabat, menyewa kos, atau mengontrak rumah dengan bantuan biaya dari pihak ketiga.
“Kondisi sekarang mereka masih berpencar, ada yang ikut saudara dan ada juga yang mengontrak, sehingga kami percepat proses Huntara agar mereka segera memiliki tempat tinggal yang lebih layak dan aman,” pungkasnya. (ray)
| Cilacap Lakukan Efisiensi Anggaran Rp393 Miliar, DPRD Pastikan Perbaikan Jalan Tak Terganggu |
|
|---|
| Ayah di Karangpucung Cilacap Hamili Anak Remajanya, Terbongkar saat Korban Melahirkan di Kamar Mandi |
|
|---|
| Lembaran Hidup Baru Korban Longsor Cibeunying di Huntara, Yuyung Kembali Jualan Kopi |
|
|---|
| Pasien RSUD Cilacap Tewas setelah Jatuh dari Lantai 3, Sakit Lambung |
|
|---|
| Kasus Perceraian di Cilacap Tinggi, Hampir Sepertiganya Melibatkan ASN |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/Huntara-majenang-cilacap-pppp.jpg)