Berita Kebumen
Potensi Budidaya Udang Kebumen Capai Dua Ribu Ton Per Tahun
Hasil produksi budidaya tambak udang di wilayah Kabupaten Kebumen mencapai kurang lebih dua ribu ton per hari.
Penulis: Agus Iswadi | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS.COM, KEBUMEN - Hasil produksi budidaya tambak udang di wilayah Kabupaten Kebumen mencapai kurang lebih dua ribu ton per tahun.
Hasil tersebut mayoritas merupakan hasil budidaya tambak udang masyarakat selain dari Budidaya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) yang terletak di wilayah Tegalretno Kecamatan Petanahan Kabupaten Kebumen.
Anggota DPD RI, Abdul Kholik menyampaikan, Kabupaten Kebumen memiliki potensi besar utamanya soal tambak udang yang produksinya kurang lebih mencapai dua ribu per tahun.
"Ini menunjukkan potensi riil dari sektor maritim terutama budidaya udang ini sangat besar," katanya kepada Tribunbanyumas.com sesuai meninjau BUBK, Kamis (8/1/2026).
Kendati demikian, terangnya, perlu dikomunikasikan dengan berbagai pihak sehingga akselerasi untuk sektor maritim khususnya tambak udang lebih optimal.
Ketua Koperasi Produsen Udang Pansela, Mufti Pakerti Walitama mendorong dan mendukung Kabupaten Kebumen senantiasa dikembangkan potensi budidayanya. Pasalnya kini sudah ada BUBK sebagai mercusuar transformasi budidaya berbasis kawasan yang menjadi stimulus produksi udang khususnya di Pantai Selatan Jawa (Pansela).
Dia juga mendorong adanya kawasan tematik khususnya ekonomi perikanan di Pansela. Menurutnya perlu adanya peningkatan infrastruktur adanya pembenihan hingga pengolahan udang di wilayah Pansela, di samping pelabuhan. Mufti sangat mendorong karena adanya pelabuhan dapat menjadi basis ekonomi perikanan tangkap.
"Potensi tangkap yang luar biasa di laut lepas Pansela tidak hanya perekonomian perikanan saja tapi ada daya tarik ekonomi global. Ada potensi ubur-ubur, kemudian keong dan sebagainya. Itu menjadi potensi besar di Pansela dengan adanya pelabuhan itu menjadi stimulus atau pendorong peningkatan nilai ekonomi di Pansela," ungkapnya.
Sementara itu Kabid Perikanan Budidaya DLHKP Kebumen, Yochanes Agung Pamudji mendorong supaya segera ada kejelasan terkait pengelolaan BUBK mengingat ini masih masa transisi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ke PT Agrinas Jaladri Nusantara. Hal tersebut membuat produksi budidaya udang di BUBK menjadi terhenti sementara. Dengan adanya kepastian pengelolaan tentu aset dapat dioptimalkan.
"Segera ada keputusan, karena potensi luar biasa sudah ada di BUBK, harapannya segera terwujud mulai kembali budidaya udang," tuturnya.
Dia mengungkapkan, BUBK mulai produksi budidaya udang sejak 2023 hingga 2025. Tercatat total produksi budidaya udang 161.933 kg pada 2024 dan meningkat menjadi 305.790 kg mulai dari awal tahun hingga Juli 2025. (Ais).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/Audiensi-tambak-udang.jpg)