Kamis, 14 Mei 2026

Berita Kebumen

Menilik Sentra Produksi Garam di Pantai Selatan Kebumen

Ada beberapa kendala yang dialami petani garam untuk mengoptimalkan produksi garam

Tayang:
Penulis: Agus Iswadi | Editor: khoirul muzaki
Tribun Banyumas/Agus Iswadi
TINJAUAN. Anggota DPD RI, Abdul Kholik meninjau tempat produksi garam di Kugar Cirat Segoro Renges Tlogopragoto Kecamatan Mirit Kabupaten Kebumen, Kamis (8/1/2026) siang. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, KEBUMEN - Anggota DPD RI wilayah Jawa Tengah, Abdul Kholik meninjau sentra produksi garam di Kelompok Usaha Garam Rakyat (Kugar) Cirat Segoro Renges Tlogopragoto Kecamatan Mirit Kabupaten Kebumen, Kamis (8/1/2026).

Dalam kesempatan itu Abdul Kholik berdiskusi langsung dengan petani garam, Dinas Lingkungan Hidup Kelautan dan Perikanan (DLHKP) Kebumen serta akademisi untuk menggali potensi serta permasalahan dalam rangka pengembangan potensi di pesisir selatan Jawa utamanya terkait garam.

Abdul Kholik menyampaikan, kunjungan ini merupakan rangkaian ekspedisi maritim selatan yang telah dimulai dari Kabupaten Purworejo dan kini berlanjut di Kabupaten Kebumen.

Ada beberapa kendala yang dialami petani garam untuk mengoptimalkan produksi garam seperti sarpras. Selain itu terkait persaingan harga dengan garam produksi di Pantai Utara Jawa juga disampaikan oleh petani garam.

Anggota DPD RI, Abdul Kholik menyampaikan, potensi maritim di Jawa bagian selatan ini besar termasuk garam. Menurutnya butuh dukungan semua pihak untuk mengoptimalkan produk garam sehingga mampu memenuhi kebutuhan lokal maupun nasional.

"Memang masih banyak tantangan terkait garam ini mulai dari produksinya, pemasarannya. Kita berharap ada kolaborasi antar daerah minimal di wilayah selatan ini bagaimana mengoptimalkan produk-produk maritim terutama garam," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Kamis siang.

Baca juga: Kisah Remaja 16 Tahun di Pati Nikah, Baru Enam Bulan Langsung Cerai

Dia menuturkan, pemerintah pusat sudah berkomitmen untuk swasembada garam. Oleh karena itu dia memastikan kesiapan di lapangan untuk mewujudkan itu.

Di sisi lain potensi untuk meningkatkan produksi garam dalam rangka memenuhi kebutuhan daerah maupun nasional sangat besar.

"Masih banyak butuh sinkronisasi kebijakan. Untuk bagaimana swasembada garam yang di inginkan presiden dan menyetop impor garam yang akan dilakukan mulai tahun-tahun ini.

Kita ingin melihat apakah betul-betul benar siap. Sepertinya masih butuh sinkronisasi sana sini agar kebijakan itu berjalan dengan baik," terangnya.

Ketua Kugar Cirat Segoro Renges Tlogopragoto, Budi Santoso menuturkan, kapasitas produksi di tempatnya sekitar 3-4 ton per bulan. Ada beberapa kendala yang dialami petani garam seperti tunnel tempat produksi garam yang rusak karena terkena angin serta proses untuk produksi.

Ada beberapa jenis garam yang diproduksi di Kugar Cirat Segoro Renges Tlogopragoto mulai dari garam konsumsi, industri dan ternak. Menurutnya kualitas garam di wilayah pesisir selatan Jawa cukup bagus.

"Pasar sudah terbuka cuma masih ada sisa produksi," tuturnya.

Adanya kunjungan dari DPD RI, terangnya, tentu ada perhatian dan harapan khususnya untuk pengembangan potensi garam di wilayah Kebumen dan sekitarnya.

Kabid Perikanan Tangkap Dinas Lingkungan Hidup Kelautan dan Perikanan (DLHKP) Kebumen, Yuniarsih Ari Widiarti menambahkan, memang ada beberapa kendala yang dialami petani garam terkait sarpras tunnel yang rusak karena terkena angin kencang.

"Kedepan kalau toh dari APBD minim kita usahakan dari provinsi atau pusat," pungkasnya. (Ais).

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved