Selasa, 21 April 2026

Berita Purbalingga

Viral, Aspal Jalan di Karangturi Purbalingga Lepas saat Dikorek Tangan

Video aspal di Jalan Desa Karangturi Purbalingga lepas setelah dikorek tangan viral di media sosial. Pemerintah desa menjelaskan kondisinya.

Penulis: Farah Anis Rahmawati | Editor: rika irawati
Tribun Banyumas/Farah Anis Rahmawati
ASPAL BARU — Kondisi jalan di Dusun II Desa Karangturi, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, Rabu (7/1/2026). Jalan yang baru selesai diaspal ini viral di media sosial lantaran aspalnya terlepas setelah dikorek. 

Ringkasan Berita:
  • Jalan di Karangruti Purbalingga viral setelah diaspal.
  • Pasalnya, aspal mudah terlepas setelah dikorek menggunakan tangan.
  • Terkait hal ini, Pemerintah Desa Karangruti menjelaskan proses pengaspalan dan memastikan keamanan jalan.

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA — Jalan yang selesai diaspal di Desa Karangturi, Kecamatan Mrebet, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, jadi perbincangan warga bahkan viral di media sosial.

Pasalnya, aspal jalan langsung terkelupas setelah dikorek.

Hal ini terlihat dari video yang beradar di media sosial.

Dalam video itu terlihat, seorang warga menggaruk aspal itu menggunakan tangan.

Tak disangka, aspal jalan terkelupas.

Menanggapi video tersebut, Sekretaris Desa Karangturi Jumeri mengatakan, pengaspalan jalan itu baru selesai dikerjakan pada Selasa (6/1/2026), sekitar pukul 12.00 WIB.

Baca juga: Hore, Bus Sekolah Gratis di Purbalingga akan Kembali Beroperasi. Layani Rute Bukateja-Kedungbenda

Sementara, video yang beredar diambil sekitar satu jam setelah pekerjaan selesai.

"Pekerjaan baru selesai jam 12 siang, jam 1 sudah ada yang datang ke lokasi dan merekam."

"Padahal, aspal itu belum masuk tahap pengerasan sempurna," ujarnya kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (7/1/2026). 

Ia menjelaskan, secara teknis, aspal hotmix tidak serta-merta langsung menyatu atau mengeras maksimal tepat setelah digelar. 

Proses pematangan aspal, menurutnya, membutuhkan waktu sekitar tiga hingga empat hari hingga aspal benar-benar melekat kuat dengan material batu di bawahnya.

"Bukan berarti habis digelar langsung keras sempurna. Ada proses."

"Apalagi, yang diambil videonya itu bagian pinggir jalan," katanya.

Menurut Jumeri, bagian pinggir jalan memang tidak tertekan langsung oleh alat berat atau tandem roller sehingga secara struktur lebih rentan jika dikorek saat aspal belum menyatu sempurna.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/3
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved