Kebumen Berdaya
Warga Grenggeng Kebumen Lestarikan Anyaman Pandan untuk Sumber Cuan
Anyaman berbahan daun pandan menjadi salah satu produk unggulan Desa Grenggeng Kecamatan Karanganyar
Penulis: Agus Iswadi | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS.COM, KEBUMEN - Anyaman berbahan daun pandan menjadi salah satu produk unggulan dan tradisi turun temurun yang dilestarikan warga Dukuh Stanakunci Desa Grenggeng Kecamatan Karanganyar Kabupaten Kebumen.
Di sentra kelompok usaha produktif Kelompok Tani Hutan Margo Rahayu, beberapa ibu rumah tangga tengah sibuk menganyam daun pandan yang telah dikeringkan menjadi bahan setengah jadi yang disebut complong untuk selanjutnya diolah menjadi berbagai macam kerajinan. Sedangkan dua laki-laki sobuk menjahit anyaman yang telah dipotong sesuai dengan ukuran dan pola produk kerajinan.
Warga sekitar, Waginem (65) tampak sibuk menyelesaikan anyaman setengah jadi dengan motif kepang. Ibu rumah tangga itu telah bisa menganyam sejak duduk di bangku sekolah dasar. Dia kini bisa menghasilkan dua complong setiap harinya.
"Karena pekerjaan rumah tangga dulu diselesaikan baru nganyam ini," katanya kepada Tribunbanyumas.com di sela menyelesaikan anyaman ukuran 60 cm x 60 cm, Selasa (6/1/2026).
Menurutnya menganyam daun pandan yang bahanya melimpah di wilayahnya menjadi sampingan di sela mengurus rumah tangga.
"Alhamdulillah bisa untuk menambah penghasilan. Bisa untuk ongkos anak-anak sekolah. Kalau pagi kita jual (complong) ke pengepul, kasih buat ongkos anak," terangnya.
Dia mengungkapkan, tidak ada kesulitan berarti saat menganyam daun pandan. Hanya saja apabila kondisi hujan, terang perempuan 65 tahun itu, proses penjemuran membutuhkan waktu lama karena minimnya sinar matahari.
Menurutnya, adanya kelompok usaha ini dapat membantu warga sehingga tidak harus jauh menjual hasil anyaman setengah jadi.
Ketua Kelompok Tani Hutan Margo Rahayu, Anung Pratama mengatakan, unit usaha ini fokus untuk pemberdayaan masyarakat dengan membantu mempermudah akses pengrajin yang mengalami kesulitan menjual produk. Di sisi lain kegiatan ini juga untuk melestarikan anyaman pandan di Desa Grenggeng.
Secara keseluruhan ada 63 orang anggota serta pengurus di kelompok usaha ini. Di samping itu, pihaknya juga menggandeng pengrajin anyaman di lima desa sekitar dengan jumlah mencapai dua ribuan orang.
"Kita punya ratusan macam produk (anyaman pandan) mulai dari tas, dompet, aneka box, topi, sandal, tikar dan lainya," ungkapnya.
Baca juga: Duduk Perkara Pemecatan 9 Perangkat Desa Klapagading Kulon Banyumas Versi Kades: Abaikan Tupoksi
Anung menerangkan, pemasaran anyaman pandan selain dipasarkan di wilayah Kebumen juga di luar kota. Kini sudah ada pemesanan kerajinan anyaman pandan secara continue dari Wonosobo.
"Dari pengusaha minuman karika, kita ada order setiap bulannya, ribuan tas," tutur Anung.
Ada beberapa motif anyaman yang dihasilkan di desa ini mesikpun paling banyak orderan anyaman motif biasa. Mulai dari menyan kobar, kawung, kepang comot, gradasi, tamporan dan khentingan.
"Harapannya kegiatan anyaman pandan ini tetap lestari. Masyarakat tidak melupakan warisan tradisi yang sangat berharga ini karena kita sudah dikenal dari luar daerah dan banyak yang ingin belajar anyaman ke sini. Jangan sampai kita yang ketempatan malah melupakan," jelasnya.
Pihaknya juga berupaya menggandeng generasi muda untuk melestarikan anyaman pandan di desa ini dengan membuat lomba menganyam serta melibatkan mereka dalam kegiatan wisata edukasi pembuatan anyaman dari awal sampai akhir.
Dia menambahkan, anyaman bambu di desa ini menjadi bagian dalam UNESCO Global Geopark Kebumen. (Ais).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/Daun-pandan-motif.jpg)