Berita Purbalingga
Bakar-bakaran Malam Tahun Baru, Pasar Ikan Purbalingga Ramai Diserbu Warga
Dua jenis ikan ini, kini menjadi primadona masyarakat sebagai menu bakar-bakaran saat malam tahun baru
Penulis: Farah Anis Rahmawati | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA — Suasana Pasar Ikan Purbalingga menjelang momen pergantian tahun baru tampak jauh lebih sibuk dibanding biasanya. Sejak pagi hingga sore, arus pembeli terus berdatangan untuk berburu ikan segar.
Di antara hiruk-pikuk tawar-menawar dan suara pisau membersihkan ikan, lapak-lapak pedagang terlihat dipenuhi stok nila dan gurame. Dua jenis ikan ini, kini menjadi primadona masyarakat sebagai menu bakar-bakaran saat malam tahun baru.
Salah satu pedagang ikan, Nendi mengungkap, lonjakak penjualan sudah terasa sejak kemarin, namun puncaknya terjadi hari ini.
"Kalau hari biasa paling habis sekitar 50 kilo atau 50 ekor. Tapi momen sekarang ini bisa sampai tiga kwintal, itu pun satu jenis ya," katanya, Rabu (31/12/2025).
Menurutnya, ikan nila dan gurame menjadi yang paling banyak dicari. Untuk harga, ikan nila mengalami kenaikan dari Rp35 ribu menjadi Rp40 ribu per kilogram, sementara gurame dijual Rp60 ribu per kilogram.
"Biasanya pembeli itu beli 2 kilo, 5 kilo ada juga yang sampai 10 kilo. Rata-rata sekarang mereka nyari buat dibakar," katanya.
Adapun stok ikan yang ia jual sebagian besar berasal dari petani lokal. Untuk nila, ia memastikan dari wilayah Bojongsari atau kawasan Owabong. Sementara gurame, didatangkan langsung dari Tulungagung, Jawa Timur.
Meski pasar biasanya tutup pukul 16.00 WIB, Nendi dan sejumlah pedagang lain memilih memperpanjang jam operasional hingga pukul 18.00 WIB.
"Dari pagi sampai sore ini masih ramai, makanya rencana buka agak lama, mumpung momenya pas," tuturnya.
Tidak hanya pedagang, lonjakan pembeli juga dirasakan penyedia jasa bersih ikan. Supri, warga asal Mewek, Purbalingga mengaku sempat kewalahan melayani pelanggan sejak akhir pekan lalu.
"Dari kemarin udah mulai naik, sampai sekarang. Apalagi ini puncaknya ya, jadi banyak yang datang alhamdulilah," ujarnya.
Biasanya, Supri membuka lapak sejak pukul 07.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB. Namun, di momen pergantian tahun baru ini ia sengaja menambah jam operasional sejak pukul 06.00 hingga 18.00 WIB.
"Kalau di jasa ini biasanya kita bersihin ikannya, buang sisik, insang, kotoran sama potong ikan. Ada juga kadang yang minta difillet. Tapi sekarang kebanyakan cuma dipotong jadi dua karena buat di bakar," katanya.
Baca juga: Termasuk Tertinggi di Jateng, UMK Kota Pekalongan 2026 Ditetapkan Rp2,7 Juta
Adapun untuk tarif jasa pembersihan ikan ini pun turut mengalami penyesuaian. Jika di hari biasa Rp3 ribu per kilogram, kini menjadi Rp5 ribu per kilogram. Sementara jasa fillet baik menjadi Rp7 per kilogram.
Sementara itu, salah satu pembeli, Sri Rahayu, mengaku sengaja datang jauh-jauh dari Sokaraja, Kabupaten Banyumas untuk mendapatkan gurame segar di Pasar Ikan Purbalingga.
Menurutnya, Pasar Ikan di Purbalingga memiliki fasilitas lengkap, mulai dari pedagang ikan, jasa pembersihan ikan hingga pengolahan ikan, sehingga ia pun tertarik untuk datang ke tempat ini.
"Disini kan lengkap ya, bisa ngolah dimasak juga kaya di Jetis. Jadi ini beli sekalian dibakar, biar pulangnya tinggal makan," ucapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/Aktivitas-pasar-ikan-Purbalingga.jpg)