Selasa, 2 Juni 2026

Berita Purbalingga

458 Warga Purbalingga Lunasi Biaya Haji, Sudah 85 Persen

Dari total 534 jemaah haji reguler, sebanyak 458 jemaah dinyatakan lunas atau sekitar 85,7 persen. 

Tayang:
Tribun Banyumas/Farah Anis Rahmawati
Konsultasi — Calon Jemaah Haji Purbalingga saat berkonsultasi untuk pelunasan tahap kedua di Kantor Kementrian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Purbalingga, Rabu (24/12/2025). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA — Proses pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) tahap pertama di Kabupaten Purbalingga tahun 2026, mencapai angka signifikan. Dari total 534 jemaah haji reguler, sebanyak 458 jemaah dinyatakan lunas atau sekitar 85,7 persen. 


Kepala Kantor Kementrian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Purbalingga, Ani Mufarokhah mengatakan, capaian tersebut mulanya sempat diwarnai kendala teknis pada sistem Siskohatkes yang mengalami gangguan jaringan. 


"Pada tahap pertama kemarin, sempat terjadi eror di sistem Siskohatkes, sehingga ada 12 orang jemaah yang gagal melakukan pelunasan karena kendala jaringan," ungkapnya kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (24/12/2025). 


Selain itu, terdapat juga sejumlah jemaah yang belum dapat melunasi karena status kesehatannya. Rinciannya adalah, 34 jemaah belum dinyatakan istitaah, 7 jemaah dinyatakan tidak istitaah dan 22 jemaah memilih menunda pelunasan. 


Dengan demikian, total jemaah yang masih menunggu pelunasan tahap kedua berjumlah 46 orang, terdiri dari 34 jemaah yang masih menunggu penetapan istitaah dan 12 jemaah yang sebelumnya gagal di sistem. 


"Pelunasan tahap dua dijadwalkan mulai 2 hingga 9 Januari 2026. Harapannya 46 ini bisa terselesaikan seluruhnya di tahap kedua , dan tidak ada persoalan lagi," katanya. 


Ani mengatakan, saat ini Kemenhaj Purbalingga masih terus melakukan proses input ulang data bagi jemaah dengan penggabungan mahram. Ia memastikan proses verifikasi dan cek ricek terus dilakukan agar tidak ada data yang tertinggal. 


Terkait jemaah yang tidak istitaah, ia mengatakan pelunasannya akan ditunda hingga tahun berikutnya dan status kesehatan jemaah pun masih akan dipantau oleh Dinas Kesehatan. 


"Kalau tahun depan status kesehatannya sudah paripurna, maka bisa berangkat. Kalau belum, bisa ditunda lagi atau jika Keluarga memutuskan, bisa dilimpahkan ke ahli waris," tuturnya. 


Sementara itu, Kemenhaj Purbalingga juga telah menyiapkan jemaah cadangan. Dari total 175 jemaah yang diverifikasi sebagai calon cadangan, 57 diantaranya sudah dinyatakan siap untuk berangkat dan sudah dilaporkan ke pusat. 

Baca juga: Ratusan Massa Geruduk PN Pati Kawal Sidang Botok dan Teguh


"Mereka sudah cek kesehatan, sudah membuat paspor dan beberapa administrasi lain. Jadi ketika SK kuota cadangan turun, mereka bisa langsung melunasi dan menunggu jika masih ada seat yang kosong," katanya. 


Pemanggilan jemaah cadangan juga dilakukan secara nasional dengan sistem nomor porsi terdekat, namun tetap dalam wilayah provinsi.

Jika kuota reguler Purbalingga membutuhkan tambahan, maka jemaah cadangan dari Purbalingga dapat diprioritaskan, disuruh dengan jemaah cadangan dari kabupaten lain di Jawa Tengah, dengan nomor porsi terdekat. 


Lebih lanjut, terkait lonjakan pelunasan di hari terakhir tahap pertama, Ani menyatakan tidak terjadi peningkatan yang signifikan. 


Menurutnya, pelunasan di tahap awal mulanya sebanyak 82 persen, lalu baik menjadi 85 persen. 


"Yang belum melunasi sebagian besar karena gagal sistem dan belum istitaah," katanya. 


Pihaknya pun memastikan, hingga saat ini rekapitulasi data pelunasan telah selesai dan dilaporkan ke sistem. Pihaknya juga optimis bahwa proses pelunasan tahap kedua, nantinya akan berjalan lancar sesuai jadwal.

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved