Berita Purbalingga
Mulai 2026, Pembayaran Retribusi 3 Pasar di Purbalingga Tak Lagi Tunai. Petugas Cukup Scan Barcode
Dinperindag Purbalingga berencana menarik retribusi secara digital di tiga pasar tradisional di Purbalingga.
Penulis: Farah Anis Rahmawati | Editor: rika irawati
Ringkasan Berita:
- Dinperindag Purbalingga berencana menarik retribusi di tiga pasar di Purbalingga secara digital.
- Sistem ini sebelumnya telah diterapkan di Pasar Bukateja dan dinilai sukses.
- Nantinya, baik pedagang maupun pembeli didorong untuk melakukan transaksi secara nontunai, terutama menggunakan QRIS.
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA — Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) PUrbalingga, Jawa Tengah, berencana menerapkan retribusi digital di tiga pasar tradisional pada 2026.
Sistem ini diterapkan setelah digitalisasi retribusi di Pasar Bukateja dinilai sukses.
Ketiga pasar yang akan menerapkan retribusi digital mulai 2026 adalah Pasar Hartono, Pasar Mandiri, dan Pasar Panican.
Kepala Dinperindag Purbalingga Agung Widiarto mengatakan, proses digitalisasi dilakukan untuk meningkatkan transparansi dan meminimalkan kebocoran dalam pemungutan retribusi.
"Ke depan, petugas tidak lagi menerima uang tunai."
"Begitu barcode dipindai, pembayaran langsung masuk ke kas daerah," kata Agung saat ditemui Tribunbanyumas.com di kantornya, Rabu (10/12/2025).
Baca juga: Kecamatan Karangmoncol Purbalingga Siap Terapkan Digitalisasi Pelayanan Publik
Agung mengatakan, pelaksanaan digitalisasi retribusi tersebut nantinya akan menggandeng Bank Jateng.
"Sehingga, pedagang diharuskan memiliki rekening Bank Jateng," katanya.
Sosialisasi Bertahap
Meskipun penggunaan digitalisasi retribusi dinilai menjadi solusi yang praktis, Agung mengakui, penerapannya membutuhkan proses lama.
Terutama, kepada pedagang yang sudah lanjut usia.
"Pendekatannya memang harus panjang dan berulang."
"Kami juga masih terus melakukan sosialisasi agar semua pedagang, termasuk yang sudah sepuh (lansia), bisa memahami bagaimana cara memakai QRIS," katanya.
Waspada Qris Palsu
Setelah digunakan pembayaran nontunai, Agung berharap, baik pedagang ataupun pembeli di pasar, dapat lebih waspada terkait adanya QRIS palsu.
Baca juga: Punya Gedung Megah, Kemenhaj Resmi Berdiri di Purbalingga
Agung mengingatkan, baik pedagang ataupun pembeli, harus memastikan dan tidak terburu-buru ketika akan melakukan pembayaran melalui QRIS.
| KPU Purbalingga Tetapkan 807 Ribu Pemilih, Lebih Banyak Laki-lakinya |
|
|---|
| Truk Tabrak Motor saat Mendahului Kendaraan Lain di Mrebet Purbalingga, 2 Orang Dibawa ke Puskesmas |
|
|---|
| Kebakaran Kandang Bikin Ribuan Ayam Mati Terpanggang di Mrebet Purbalingga, Kerugian Rp750 Juta |
|
|---|
| Sepanjang 92,5 Kilometer Jalan Kabupaten Purbalingga Dibangun, Anggaran Rp 122 Miliar |
|
|---|
| Hari Pertemuan Nenek dan Cucunya yang Sempat Hilang di Purbalingga |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/10122025-Kepala-Dinperindag-Purbalingga-Agung-Widiarto.jpg)