Berita Purbalingga
Karangan Bunga Ucapan HUT Purbalingga Hanya Jadi Sampah, Bakal Diganti Bibit
Kebijakan tersebut pun muncul sebagai upaya untuk mengurangi sampah karangan bunga yang selama ini menumpuk
Penulis: Farah Anis Rahmawati | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA — Tumpukan karangan bunga yang kerap memenuhi area Pendopo ataupun Alun-alun Purbalingga usai acara seremonial, kini akan mulai dikurangi dengan adanya kebijakan baru, mengganti karangan bunga dengan bibit tanaman.
Kebijakan tersebut pun muncul sebagai upaya untuk mengurangi sampah karangan bunga yang selama ini menumpuk dan berakhir di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kalipancur.
Pejabat Fungsional Bidang Pengendalian Pencemaran dan Fungsional (PPKLH) DLH Purbalingga, Sheira Damayanti mengatakan, saat ini kondisi TPA Kalipancur sudah penuh atau overload.
Setiap acara besar pihaknya mengatakan mampu mengangkut satu hingga dua truk karangan bunga dari alun-alun.
"Kerangkanya kadang diambil lagi sama penyewa. Tapi bunga-bunganya kan tetap jadi sampah. Dari sinilah muncul ide untuk mengganti karangan bunga dengan bibit tanaman," katanya saat dijumpai di kantor DLH Purbalingga, Senin (8/12/2025).
Adapun, gagasan untuk penggantian karangan bunga menjadi bibit tanaman, menurutnya muncul saat paparan revitalisasi RTH Bojong dan Karangsentul. Saat itu, Bupati meminta agar kedepannya ucapan seremonial dapat dialihkan menjadi bibit tanaman.
"Kami diminta menyiapkan konsepnya. Kalau ini berjalan baik, dan dapat respon yang positif dari masyarakat, mungkin kedepan bisa dilanjutkan lagi untuk kegiatan-kegiatan berikutnya," katanya.
Satu Pengirim Satu Bibit
Sheira menjelaskan, dalam konsepnya nanti setiap OPD, komunitas masyarakat atau pengirim lainnya cukup menyumbangkan satu bibit tanaman, baik bibit buah, tanaman keras ataupun hias.
"Bebas, kita tidak memaksakan mau buah saja atau tanaman keras saja. Silahkan dipilih, sesuai dengan yang kita tentukan, yang penting satu pengirim satu tanaman," ujarnya.
Bibit tersebut kemudian akan dikumpulkan di sekitar Pendopo Dipokusumo dan apabila tidak cukup, akan ditempatkan di area Alun-alun Purbalingga.
"Nanti, bibit yang terkumpul akan dibagikan kepada OPD atau ke unit yang membutuhkan. Misalnya DLH ataupun DPUPR yang membawahi area media jalan," tuturnya.
Baca juga: Haedar Nashir Bicara Bisnis Muhammadiyah di Unimugo Kebumen
Menghidupkan Ruang Terbuka Hijau
Sheira menambahkan, Purbalingga memiliki banyak ruas jalan yang dipenuhi tanaman hias dan perdu. Saat musim kemarau, keindahan bunga yang merekah membutuhkan perawatan dan pasokan tanaman baru agar tetap terjaga.
"Ruas jalan itu bukan tanaman keras, tapi hias. Kalau kemarau, bunganya rontok dan perlu penggantian. Jadi bibit dari masyarakat ini dapat membantu kami menambah stok," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/Alun-alun-purbalingga-tampak-depan.jpg)