Kamis, 23 April 2026

Berita Purbalingga

Rangkul Anak dengan HIV, KPAD Purbalingga Terus Perkuat Pendampingan Mental

KPAD Purbalingga berkomitmen terus mendampingi anak dengan HIV, terutama memastikan kesehatan mental saat mereka diberitahu soal kondisi kesehatan.

Penulis: Farah Anis Rahmawati | Editor: rika irawati
Tribun Banyumas/Farah Anis Rahmawati
DAMPINGI PENYANDANG HIV — Sekretaris KPAD Purbalingga Semedi saat dijumpai di kantor KPAD Purbalingga, Jawa Tengah, Jumat (5/12/2025). Semedi menegaskan komitmen mendampingi anak-anak dengan HIV untuk memastikan kesehatan mental mereka. 

Ringkasan Berita:
  • KPAD Purbalingga terus memperkuat pendampingan kepada anak-anak dengan HIV/AIDS.
  • Pendampingan dilakukan terutama untuk memastikan kesehatan mental mereka, terutama saat informasi terkait kondisi kesehatan disampaikan.
  • KPAD Purbalingga juga terus menyosialisasikan terkait HIV/AIDS dan mengajak masyarakat diak menjauhi orang dengan HIV/AIDS.

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA — Komisi Penaggulangan AIDS Daerah (KPAD) Purbalingga terus memperkuat pendampingan bagi anak-anak yang terlahir positif HIV, terutama dari sisi kesehatan mental. 

Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan mereka tumbuh dengan kesiapan psikologis yang baik sebelum nantinya diberitahu tentang kondisi kesehatan mereka.

Sekretaris KPAD Purbalingga Semedi mengatakan, memang tidak semua anak penyandang HIV mengalami masalah psikologis. 

Namun, berdasarkan hasil asesmen yang dilakukan, terdapat beberapa anak yang menunjukkan kecenderungan rendah diri hingga gangguan kecemasan (anxiety). 

"Ada beberapa anak yang merasa rendah diri dan menjadi anxiety, tapi itu hanya sebagian kecil, tidak semua," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Jumat (5/12/2025). 

Baca juga: Bantuan Sepatu Baru Nyalakan Keceriaan 19 Anak Penyandang HIV/AIDS di Purbalingga

Menurutnya, anak-anak dengan diagnosis positif HIV sejak lahir perlu mendapatkan pendampingan rutin. 

Selain untuk memantau perkembangan mental, proses ini juga bertujuan mempersiapkan mereka saat tiba waktunya mengetahui status kesehatan.

"Anak-anak ini harus diberi tahu suatu saat nanti tentang kondisinya."

"Dan untuk menyampaikan terkait bagaimana kondisinya, mereka perlu dibimbing untuk penguatan diri, menerima keadaan dan memahami apa yang harus dilakukan ataupun yang harus dihindari."

"Itu semua nanti akan disampaikan oleh psikolog, berdasarkan hasil monitoring yang selama ini telah dilakukan," katanya.

Dalam asesmen yang sudah dilakukan pada September lalu, pihaknya menemukan satu kasus anak SMP yang mengalami kecemasan setelah mengetahui statusnya. 

"Saya belum tahu persis dari mana anak ini tahu statusnya, tapi pada saat assesmen kemarin, memang ditemukan tanda-tanda kecemasan pada anak ini," katanya. 

Pihaknya memastikan, akan terus melakukan pendampingan, khususnya dari sisi kesehatan mental terkait apa saja yang mereka butuhkan. 

"Dan kami juga memastikan mereka mendapatkan perhatian yang layak," ujarnya. 

Tiga Tujuan Global

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved