Sabtu, 11 April 2026

Berita Banjarnegara

Anak-anak Korban Longsor Situkung Banjarnegara Perlu Dampingan Psikis

berdasarkan hasil asesmen awal ditemukan adanya tiga dari 38 anak yang menunjukkan kondisi kurang nyaman

Tribunnews.com/PMI Banjarnegara
Art Therapy — Ketua Ikatan Psikolog Klinis Jawa Tengah, Gones Saptowati saat melakukan pendampingan psikologi kepada para anak-anak di SDN 2 Pandanarum dengan metode art therapy, Kamis (27/11/2025). 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA — Upaya memulihkan kondisi psikologis para penyintas longsor di Dusun Situkung, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjar dinilai perlu dilakukan secara terpadu agar dampaknya dapat benar-benar dirasakan oleh para korban. 


Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Ikatan Psikolog Klinis Jawa Tengah, Gones Saptowati, setelah melakukan asesmen dan intervensi awal di sejumlah titik pengungsian. 


Menurutnya, berdasarkan hasil asesmen awal ditemukan adanya tiga dari 38 anak yang menunjukkan kondisi kurang nyaman, atau sebuah respon yang disebutnya sebagai reaksi normal dalam situasi yang tidak normal. Temuan tersebut muncul saat tim melakukan intervensi di SDN 2 Pandanarum. 


"Proses pemulihan psikologis tidak cukup hanya dengan satu kali sesi, tetapi butuh langkah yang terstruktur dan berkelanjutan," katanya, Kamis (27/11/2025). 


Gones mengatakan, intervensi dilakukan melalui berbagai metode, salah satunya ialah art therapy dan pemberian perhatian khusus kepada korban dengan gejala yang lebih serius. 

Baca juga: Tekad Bupati Lilis Ingin Jadikan Kebumen Ruang Aman Bagi Perempuan dan Anak


Saat ini pihaknya telah berkoordinasi dengan psikologi Polri, RSUD Banjarnegara dan berbagai organisasi sosial lainnya untuk memastikan dukungan tersebut. 


"Kami merancang agar kegiatan pemulihan psikologi terpadu ini dapat sesuai prosedur dan progam yang terencana. Sehingga pendampingannya pun bisa berlangsung efektif," jelasnya. 


Pendampingan sendiri tidak hanya difokuskan kepada anak-anak. Ia mengatakan, penyintas dewasa yang membutuhkan konseling juga mendapatkan layanan, termasuk rujukan dari puskesmas yang kemudian ditindaklanjuti melalaui konseling individual. 


"Konseling dan intervensi psikologi individual tetap akan kami jalankan secara berkala sebagai bagian dari pendampingan," pungkasnya.

 

Sumber: Tribun Banyumas
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved