Berita Cilacap
Bantu Alat Produksi, PPJAI Dukung Pelaku Jamu Tradisional Cilacap
Dewan Pakar PPJAI, Munfarid mengatakan, pihaknya memastikan jamu tetap hidup dan berkembang di Kabupaten Cilacap.
Penulis: Rayka Diah Setianingrum | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Perkumpulan Pelaku Jamu Alami Indonesia (PPJAI) menyalurkan bantuan peralatan pengolahan jahe instan dan jamu gendong kepada pesantren serta pelaku jamu tradisional di Cilacap.
Dewan Pakar PPJAI, Munfarid mengatakan, pihaknya memastikan jamu tetap hidup dan berkembang di Kabupaten Cilacap.
"Jamu kini tak lagi dianggap kuno, justru makin dicari," katanya, Kamis (20/11/2025).
Munfarid mengatakan, di tengah meningkatnya kembali minat masyarakat terhadap jamu, bantuan ini hadir sebagai bukti bahwa tradisi herbal masih menjadi bagian penting dari gaya hidup sehat warga Cilacap.
Momentum Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 menjadi ruang yang memperlihatkan bahwa kesehatan dan kemandirian ekonomi dapat tumbuh bersama melalui penguatan budaya jamu.
"Ini bagian dari ikhtiar kami meningkatkan kualitas produksi jamu," ujar Munfarid.
Munfarid menegaskan bahwa pelaku jamu memerlukan dukungan peralatan yang layak agar usaha mereka mampu bersaing dan tetap menjaga cita rasa tradisi.
"Kami ingin jamu Cilacap jadi produk yang membanggakan," tegasnya.
Sementara itu, Bupati Cilacap, Syamsul Aulia Rachman, menyambut baik bantuan ini sebagai langkah konkret yang menghubungkan kesehatan dan ekonomi rakyat.
Menurut Bupati, di berbagai kecamatan, pelaku jamu gendong masih bertahan dan justru mendapat pelanggan baru dari kalangan muda yang tertarik pada produk herbal yang lebih aman dan alami.
"Kesehatan bisa menjadi pintu masuk peningkatan ekonomi masyarakat," ujar Syamsul.
Menurutnya, alat baru ini akan membantu pelaku jamu memproduksi ramuan yang lebih higienis dan menarik bagi generasi muda.
"Kualitas yang baik akan membuat jamu lebih mudah diterima pasar," katanya.
Di lingkungan pesantren, bantuan pengolahan jahe instan menjadi peluang baru untuk menumbuhkan Santripreneur berbasis herbal.
"Santri tak hanya belajar agama, tapi juga belajar mandiri lewat usaha jamu," kata Syamsul. (ray)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/Penyerahan-bantuan-cilacap.jpg)