Berita Purbalingga
Imunisasi HPV di Purbalingga Ditarget Selesai Oktober
Progam Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) Human Papillomavirus (HPV) di Kabupaten Purbalingga terus berjalan
Penulis: Farah Anis Rahmawati | Editor: khoirul muzaki
TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA — Progam Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) Human Papillomavirus (HPV) di Kabupaten Purbalingga terus berjalan dengan capaian yang cukup signifikan.
Ketua Tim Surveilans dan Imunisasi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Purbalingga, dr. Devvy Herawati Silayuningsih mengatakan, hingga bulan September 2025 ini cakupan imunisasi HPV untuk siswi kelas 5 SD telah mencapai 98, 65 persen, sementara untuk siswi kelas 3 SMP sudah mencapai 86,30 persen.
"Targetnya memang tidak 100 persen, tapi 98 persen. Karena kadang selalu ada kontradiksi, misalnya anak dengan penyakit tertentu disarankan agar tidak menerima vaksin. Atau ada faktor keyakinan keluarga yang membuat anak tidak divaksin. Untuk mereka yang menolak biasanya kami berikan dulu edukasi secara intensif," jelasnya, Selasa (30/9/2025).
Purbalingga menjadi salah satu daerah yang lebih cepat memulai pelaksanaan imunisasi HPV.
Jika sesuai jadwal Kementerian Kesehatan (Kemenkes) imunisasi baru dilaksanakan di bulan Agustus, namun di Purbalingga sudah mulai sejak akhir Juli 2025.
Baca juga: 910 Mahasiswa Baru Unimugo Masuki Masa Pengenalan, Dapat Pesan Khusus dari Bupati Lilis
"Tujuannya agar tidak bertabrakan dengan kegiatan siswi di bulan Agustus. Namun, pelaksanaannya kami tetap menyesuaikan alokasi vaksin dari Kemenkes yang dikirim secara bertahap dalam tiga tahap," katanya.
Saat ini distribusi vaksin sudah memasuki tahap ketiga. Menurutnya vaksin tersebut akan segera tiba dan segera diberikan kepada anak-anak di sekolah sasaran.
Sasaran imunisasi HPV di Purbalingga sendiri meliputi dua tingkatan sekolah. Yakni di tingkat SD dan SMP.
"Pemberian vaksin utamanya itu di kelas 5 SD ada sekitar 7.480 anak yang menjadi sasaran," katanya.
Sedangkan pemberian lanjutan, melalui imunisasi kejar ialah pada kelas 6 SD sebanyak 7.296 siswi dan kelas 3 SMP sebanyak 7.502 siswi.
Saat ini, Devvy menyebut pemberian imunisasi HPV baru diberikan kepada anak perempuan karena keterbatasan stok vaksin.
"Idealnya anak laki-laki memang juga mendapatkan, karena virus ini juga bisa menyerang baik laki-laki ataupun perempuan. Namun, alokasinya saat ini masih diprioritaskan untuk perempuan. Mungkin setelah nanti semua terpenuhi, baru menyasar ke anak laki-laki," terangnya.
Pelaksanaan imunisasi sendiri dilakukan langsung oleh petugas Puskesmas ke sekolah-sekolah.
Lebih lanjut, Devvy berharap adanya imunisasi HPV ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para guru dan orang tua terhadap anak-anak perempuan mereka.
Menurutnya, vaksin HPV merupakan salah satu langkah pemerintah untuk mencegah penyakit kanker leher rahim yang dapat menimbulkan kanker serviks pada perempuan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/banyumas/foto/bank/originals/hpv-purbalingga.jpg)