Rabu, 22 April 2026

Nasib Pedagang PFC Purbalingga

DULU Dirayu Pindah, Pedagang PFC Purbalingga Kini Sedih Ditinggal Pembeli

Pedagang PFC merasa ditinggalkan setelah PKL lain kembali diizinkan jualan di Alun-alun Purbalingga.

TRIBUN BANYUMAS/ FARAH ANIS RAHMAWATI
PFC DITINGGAL PEMBELI, Suasana lengang terlihat di Purbalingga Food Center (PFC), Purbalingga, pada Selasa (9/9/2025) siang. Pusat kuliner ini kini sepi ditinggal pembeli dan pedagang, diduga akibat tidak tegasnya penertiban PKL di kawasan Alun-alun. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURBALINGGA - Harapan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga untuk menjadikan Purbalingga Food Center (PFC) sebagai pusat kuliner terpadu kini jauh panggang dari api.

Suasana di lokasi tersebut kini lengang, sepi, dan banyak ditinggalkan pedagang.

Padahal, PFC dibangun dengan tujuan mulia untuk menata pedagang kaki lima (PKL) dari kawasan Alun-alun Purbalingga ke satu lokasi terpusat.

Baca juga: Susahnya Menertibkan PKL Alun-alun Purbalingga, Pedagang Pandai Kelabuhi Petugas

Namun, ironisnya, para pedagang yang patuh pindah kini justru merugi akibat kebijakan yang dinilai tidak konsisten.

Pemandangan pada Selasa (9/9/2025) siang menunjukkan hanya segelintir pedagang yang masih bertahan di tengah deretan stan yang kosong.

Mereka mengaku kondisi sepi ini sudah berlangsung lebih dari setengah tahun.

Jeritan Pedagang Kecil

Siti, salah seorang pedagang nasi uduk, menceritakan getirnya bertahan di PFC.

Omzetnya anjlok drastis.

Jika dulu saat PFC masih ramai ia bisa memasak hingga 7 kilogram beras, kini 3 kilogram pun sering tak habis.

"Saya rasa sudah setengah tahun kondisinya seperti ini, sepi. Penghasilan kadang hanya Rp85.000 sehari. Pedagang kecil lain sudah pada keluar, memilih jualan di GOR atau alun-alun lagi," ungkapnya kepada Tribunbanyumas.com.

Ia merasa bingung dengan kebijakan pemerintah.

Di satu sisi PKL diminta pindah agar alun-alun steril, namun di sisi lain kini banyak pedagang yang kembali dibiarkan berjualan di sana.

"Kalau memang pengennya pemerintah PKL itu dipindah kesini, ya jangan ada pedagang di sana. Tapi kenapa sekarang pada boleh?" keluhnya.

Pemerintah Dinilai Tak Tegas

Hal senada diungkapkan Khoiriyah, pedagang sate madura.

Ia menuturkan PFC ramai ketika aturan sterilisasi Alun-alun dan lingkar GOR benar-benar ditegakkan.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved