Berita Solo

Yana Rela Rogoh Kocek Pribadi Ikut Pelatihan Koperasi hingga ke Solo

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

SIAP DAMPINGI KOPERASI - Para peserta dan penyelenggara berfoto bersama dalam Bimbingan Teknis Pendamping Koperasi di Kartosuro, Sukoharjo, Minggu (10/8/2025). Pelatihan selama dua hari ini bertujuan mencetak pendamping yang mampu membantu koperasi menyusun proposal bisnis yang bankable.

TRIBUNBANYUMAS.COM, SUKOHARJO - Semangat untuk membangkitkan kembali marwah koperasi mendorong Yana Budiarti (48) menempuh perjalanan dari Banjarnegara hingga ke Solo.

Tak sekadar datang, ia bahkan rela merogoh kocek pribadinya untuk bisa mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) Pendamping Koperasi yang digelar Lembaga Pendidikan Perkoperasian (Lapenkop) Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Wilayah Jawa Tengah.

Kisah Yana adalah cerminan dari perjuangan 44 pegiat koperasi dari berbagai daerah yang bertekad mengubah citra dan memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan di desa masing-masing.

Baca juga: 44 Pendamping Koperasi Merah Putih di Jateng Ikut Bimtek, Punya Tugas Dorong Profesional Berbisnis

Yana, yang merupakan anggota dari Koperasi Pemasaran JKS dengan lebih dari 80 UMKM di Banjarnegara, memiliki tekad kuat.

Ia ingin ilmunya kelak bisa digunakan untuk mendampingi koperasi-koperasi di desanya agar mandiri dan relevan dengan tantangan zaman, terutama dalam isu ketahanan pangan.

"Saya berangkat secara mandiri karena saya ingin belajar dan mendampingi koperasi-koperasi yang ada di desa kami," ujar Yana.

"Biar bisa menghadapi masalah-masalah yang ada, karena sekarang untuk harga pangan dan beberapa komoditas itu mengalami kenaikan harga," tambahnya.

Semangat serupa juga datang dari Wiwit Ari Nugroho (43), peserta asal Cilacap. Baginya, pelatihan ini adalah momentum untuk melawan stigma negatif yang selama ini melekat pada koperasi.

"Selama ini orang berpikir tentang koperasi sesuatu yang negatif, maka butuh proses untuk bisa memperbaiki stigma-stigma negatif itu. Materi di sini cukup memuaskan, apalagi dilatih bagaimana menentukan bisnis koperasi," ungkapnya.

Kegiatan bertajuk "Pendidikan Pendamping Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDLMP)" ini digelar selama dua hari, Sabtu-Minggu (9-10/8/2025), di Kartosuro, Sukoharjo.

Direktur Lapenkop Dekopinwil Jawa Tengah, Dra. Laili Hidayah Dwi Rini, menjelaskan tujuan utama dari pelatihan ini sangat praktis dan fundamental.

"Yang akan diajarkan adalah bagaimana kita mendampingi koperasi supaya bisa membuat proposal bisnis, perencanaan usaha, sehingga ketika bisnis di koperasi nanti diajukan ke bank untuk disupport dana bisa diterima bank," jelas Laili.

Ia berharap para calon pendamping ini mampu menjadi inisiator di daerahnya, menggali potensi desa, memunculkan ide, dan mengembangkannya menjadi sebuah rencana bisnis yang matang dan tepat sasaran.

Ketua Panitia, Mulyadi, menambahkan bahwa 44 peserta yang hadir berasal dari latar belakang yang beragam, mulai dari praktisi koperasi, akademisi, hingga akuntan publik, yang menunjukkan keseriusan dan kolaborasi dari berbagai pihak.

Bimbingan teknis ini menjadi titik temu antara semangat membara dari para pegiat di lapangan dengan strategi yang dirancang oleh lembaga.

Dengan bekal ilmu ini, 44 calon pendamping tersebut diharapkan menjadi ujung tombak baru dalam revitalisasi koperasi di Jawa Tengah, membuktikan bahwa koperasi masih sangat relevan sebagai soko guru perekonomian bangsa.

Berita Terkini