"Bangke banget peraturannya, ga peduli nilai, yang penting umur tua," keluh @betari_senja di akun Instagram Dindik Banyumas, Rabu (25/6/2025).
"Anak Rangking 1 di sekolah, arepan daftar SMP susah. Hanya karena umurnya 12 tahun 6 bulan, kalah karo umur 13 tahun," keluh orangtua lain dalam aduannya.
Baca juga: Server SPMB Down Dikeluhkan Wali Murid, Pemkab Banyumas Siapkan Skema Perpanjangan Waktu
Ia pun mempertanyakan esensi dari pendidikan jika pada akhirnya seleksi masuk sekolah lebih mengutamakan faktor usia dibandingkan kepintaran.
Masalah ini diperparah karena lokasi tempat tinggalnya masuk dalam kategori kelurahan sebaran, bukan kelurahan utama sehingga persaingan menjadi lebih ketat.
"Sekolah kui nggolet kepinteran atau kepriwe sih Min? Tulung solusine (Sekolah itu mencari kepintaran atau bagaimana sih, Min? Tolong solusinya)," pintanya.
4. Verifikasi Berulang
Persoalan lain yang dikeluhkan orangtua calon murid baru adalah proses verifikasi berulang.
Ini terjadi saat calon murid mencabut berkas pendaftaran di sekolah utama dan mengganti pilihan ke sekolah lain agar peluang diterima lebih besar.
Sayangnya, mereka harus menjalani proses pendaftaran SPMB Banyumas mulai dari awal.
Mereka harus mendaftar dan menunggu lagi proses verifikasi meski berkas yang digunakan, padahal telah dinyatakan terverifikasi di sekolah sebelumnya.
Hal ini membuat orangtua merasa waktu mereka terbuang sia-sia dan membuat peluang diterima di sekolah tujuan makin kecil karena persaingan yang ketat.
"Verifikasi cukup satu kali di awal sehingga calon murid baru bisa ganti pilihan sekolah secara cepat tanpa harus menunggu verifikasi operator."
"Kasihan yang kepental-pental, harus cari sekolah lain sementara harus nunggu verifikasi lagi."
"Mohon jadi perhatian ya @dindikbanyumas. Sudah beberapa tahun sistemnya masih seperti itu, harusnya ada perbaikan supaya lebih baik lagi."
"Tambah lagi, sistemnya sering eror," tulis pemilik akun @ja2jaelani.
Senada, pemilik akun @tacendaf meminta Dindik Banyumas memaksimalkan proses verifikasi berkas oleh sekolah.
Baca tanpa iklan