Berita Nasional

Senator DPD RI Kritik Pejabat Negara yang Sinis Tagar Kabur Aja Dulu

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

KABUR AJA DULU - Senator DPD RI, Abdul Kholik. Ia mengkritik pejabat pemerintah yang sinis soal tagar kabur aja dulu.

TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Senator DPD RI dari Dapil Jawa Tengah, Dr Abdul Kholik mengatakan bahwa tidak ada yang perlu dipermasalahkan dengan viralnya tagar kabur aja dulu di media sosial.

Bahkan itu menjadi pertanda semangat generasi muda yang berani berkompetisi di luar negeri untuk mencari kehidupan dan kualitas diri yang lebih baik.

"Semua tahu bahwa kini banyak sekali warga negara yang bekerja di luar negeri atau menjadi diaspora kemudian terbukti mengharumkan negara."

Baca juga: Di Tengah Gerakan Kabur Aja Dulu, Wakil Gubernur Jakarta Malah Ajak Warganya Bekerja ke Luar Negeri

"Contohnya ada sosok BJ Habibie."

"Dia tinggal dan berkarier cemerlang di luar negeri."

"Nah, ketika balik dia membangun industri berteknologi tinggi."

"Bahkan kemudian Habibie yang masa mudanya dihabiskan di Jerman kemudian menjadi presiden yang punya prestasi membawa bangsa ini ke luar dari krisis semasa reformasi,’’ kata Abdul Kholik, baru-baru ini.

Baca juga: Di Tengah Tren Kabur Aja Dulu, 66.611 Warga Jateng Lebih Dulu Merantau ke Luar Negeri pada 2024

Generasi yang bisa dan berani 'kabur dulu' ke luar negeri pertanda punya semangat untuk membangun kualitas dan kemandirian diri.

Pejabat pemerintah justru harus dukung dan fasilitasi generasi muda yang ingin 'kabur aja dulu' ke luar negeri untuk mencari kualitas kehidupan.

Diakui Kholik, ketika tinggal di luar negeri dengan situasi persaingan yang lebih kompetitif, pasti, dan mapan, maka bisa akan membuat seorang generasi muda menjadi sosok manusia yang lebih matang.

Bahkan, sudah banyak kisah yang menyatakan justru sikap nasionalisme akan subur dengan subur ketika berada di luar negeri.

"Jadi para pejabat negara jangan sinis dahulu."

"Berperanlah sebagai orang tua yang baik bagi anak-anaknya."

"Sebaliknya jangan malah ancam mereka yang bermaksud pergi ke luar negeri."

"Seharusnya mereka sadar, justru karena saat ini negara yang lagi diurusinya tidak mampu memberikan kesempatan kerja yang cukup, maka anak-anak muda seperti itu diberi fasilitas dan bimbingan."

Halaman
12

Berita Terkini