TRIBUNBANYUMAS.COM, JAKARTA - Debat panas calon presiden (capres) di Istora Senayan Jakarta, Minggu (7/1/2024), sepertinya berlangsung bahkan hingga debat berakhir.
Ini terlihat dari tak adanya interaksi antara calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto dengan capres nomor urut 1 Anies Baswedan seusai debat ditutup.
Seusai acara, keduanya terlihat tak bersalaman. Padahal, dengan capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo, keduanya bersalaman.
Anies yang berdiri di sayap kiri panggung tak dihampiri oleh Prabowo.
Prabowo justru berjalan ke sayap kanan, sebelum dihampiri ketua umum partai politik pengusungnya, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto dan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan.
Baca juga: Diserang Soal Pembelian Alutsista Bekas di Debat Capres, Prabowo Ajak Diskusi di Tempat Lain
Kemudian, Anies terlihat tetap berada di posisinya dan berkumpul dengan para pendukung serta keluarga.
Sementara itu, Prabowo menghambur ke arah pendukungnya di bawah panggung, tepat di seberang Anies.
Prabowo kemudian kembali ke atas panggung bersama rombongan pendukung dan elite partai politik pengusungnya setelah Anies turun dari panggung.
"Saya mencari tapi sudah tidak ada. Jadi, tidak tahu ke mana harus bersalaman," kata Anies kepada wartawan selepas debat.
Dalam debat capres kedua, Anies dan Prabowo memang beberapa kali berbalas argumen. Debat keduanya terlihat sengit.
Anies bahkan menyindir kapasitas Prabowo sebagai Menteri Pertahanan (Menhan) yang dianggap belum bekerja optimal selama empat tahun.
Sementara, Prabowo berkali-kali menyindir balik Anies dan menyebut data eks Gubernur DKI Jakarta itu keliru.
Puncaknya, Prabowo sampai melontarkan argumen keras kepada Anies yang dianggapnya tak layak bicara soal etika kepadanya.
Lebih Senior
Ditemui terpisah, Prabowo mengungkapkan alasannya tidak bersalaman dengan capres nomor urut 1 Anies Baswedan.
Baca tanpa iklan