TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Tugu berbentuk candi di Desa Rawaapu, Kecamatan Patimuan, Kabupaten Cilacap, tak hanya sebagai penanda batas Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Barat.
Selama puasa Ramadan ini, tugu tersebut menjadi tempat bagi warga sekitar untuk menunggu datangnya waktu berbuka puasa.
Yang datang, mulai anak-anak, keluarga, juga anggota komunitas.
Tempat ini memang menjadi pilihan karena lokasinya yang nyaman untuk nongkrong.
Meski berada di tepi jalan raya, tugu ini dilengkapi taman.
Baca juga: Berburu Jajanan Takjil Sambil Ngabuburit di Taman Makam Pahlawan Purwokerto Banyumas
Di tepi jalan dekat tugu, banyak pedagang takjil yang berderet.
Ada banyak pilihan, semisal minuman, buah segar, camilan tradisional, bahkan sayur dan lauk pendamping nasi juga ada.
Tempat ini juga bisa menjadi rest area bagi pengendara yang melintasi Jalur Pantai Selatan (Pansela).
Pengujungnya tidak hanya dari Patimuan, Cilacap. Tak sedikit dari Pangandaran, Jawa Barat.
Satu di antaranya, Nuraeni, warga Kalipucang, Pangandaran.
Dia mengaku datang ke tugu batas provinsi itu untuk berburu takjil.
Dia mengajak serta buah hatinya yang masih duduk di bangku sekolah dasar untuk bermain di kawasan tugu.
"Tempatnya enak buat santai, pedagangnya juga banyak jadi bisa milih menunya, jajannya juga macem-macem."
"Apalagi, di sini, ada arena bermain anak, jadi makin betah," ungkapnya saat bertemu Tribunbanyumas.com, Selasa (4/4/2023).
Sementara itu, Ketua Asosiasi UMKM Kecamatan Patimuan Wiwin menuturkan, pihaknya menggelar lapak UMKM di kawasan tugu perbatasan, setiap sore selama Ramadan.