"(Desi) ini jadi salah satu (murid) terbaik di SLB Yakut."
"Sekarang kelas 12, sudah mau lulus. Sekolah juga merasa kehilangan," katanya.
Baca juga: Meriah! Festival Kentongan Sunmor di Halaman Rektorat UMP Banyumas, Diikuti 11 Grup Peserta
Baca juga: Unsoed Purwokerto Banyumas Buka Kuota 9000 Mahasiwa Baru di 2023, 42 Persen untuk Keluarga Miskin
Selain menggambar, menurut Marisa, Desi juga punya bakat dalam menjahit dan memasak.
Marisa mengungkapkan, Desi merupakan warga Cilongok.
Setiap hari, Desi di antar ke sekolah oleh orangtua.
Namun, saat pulang sekolah, Desi tetap mandiri, naik angkutan kota (angkot).
Sementara, dalam lomba desain motif batik yang digelar Dekranasda Banyumas, ada 107 peserta yang mengirimkan karya.
Desi, mengirimkan dua desain motif batik yang semuanya masuk 10 nominasi terbaik.
Satu di antara 10 nominasi itu akan dipilih yang terbaik oleh Bupati Banyumas Achmad Husein dan bakal menjadi batik seragam aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Banyumas.
Desi pun berharap, batik miliknya yang bakal memikat hati bupati dan menjadi pemenang.
Saat ditanya ide membuat motif batik itu, Desi mengatakan, muncul dari imajinasi dan mengalir saat dituangkan dalam gambar. (*)
Baca juga: Selamat! KH M Tafsir Terpilih sebagai Ketua PW Muhammadiyah Jateng: Usung Tiga Program Kerja
Baca juga: Viral! Oknum Prajurit TNI Marah-marah ke Pengendara Mobil di Kota Semarang, Sempat Tunjukkan Sangkur