Sementara, bahan dan makanan yang mendapat perhatian petugas adalah sambal goreng ati, terik daging, sop dengan isian ayam, jamur putih, wortel, kuah sop, daging ayam.
Kemudian, roti, kacang mete, sosis, es puter, dan krupuk.
"Kami juga mengambil sampel air yang digunakan untuk memasak," kata Puji.
Hingga Senin, pihaknya belum bisa memastikan bahan atau makanan apa yang menyebabkan warga mengalami gejala kereacunan makanan, berupa mual, muntah, dan diare itu.
Hasil pendataan Dinkes Boyolali, jumlah penderita sementara ada 77 orang dengan gejala keracunan itu.
Satu di antaranya harus menjalani rawat inap.
"Data di lapangan, jumlah undangan ada 250 orang. Terdiri dari tamu besan, yakni 100 orang, warga Candigatak RT 10 RW 03, Cepogo, dan pihak keluarga, 100 orang, serta rewangan," ujar Puji. (*)
Artikel ini telah tayang di TribunSolo.com dengan judul Dugaan Keracunan Massal di Banaran Boyolali, Dinkes Ambil 8 Sampel Makanan: Satu Orang Opname.
Baca juga: Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini, Selasa 28 Februari 2023: Belum Bergeser
Baca juga: Terungkap! Pengeroyokan Pemotor di Wonosobo hingga Tewas, Dipicu Saling Melotot dan Umpatan Korban