Diterangkannya, Kamis pukul 18.00 WIB, warga RT 01 itu langsung memberi tahu ke kekeluarga, dan kemudian berangkat menggunakan sepeda motor menuju rumah dinas Wali Kota di Manyaran untuk isolasi lebi lanjut.
"Jadi informasi di medsos (media sosial, red) tentang penolakan atau dijemput paksa petugas, saya tegaskan itu hoaks."
"Karena warga kami itu sadar diri dan langsung ke tempat isolasi menggunakan sepeda motor," imbuhnya.
Ditambahkannya, warga sepakat akan mencukupi kebutuhan pangan keluarga warganya yang positif.
"Di dalam rumahnya ada 6 orang, semua diisolasi mandiri di rumah."
"Warga juga sepakat untuk membantu mencukupi kebutuhan pangan mereka lewat donasi satu pintu di Ketua RT."
"Saat ini kami menutup gang di pemukiman dan warga tidak boleh kelur rumah," tambahnya.
Berikut cuplikan kabar hoaks yang beredar di medsos dan pesan berantai:
Pusponjolo dh ada yg positif kena covid 19, tamu dr Jkt dh 2 Minggu tdk mau lapor, kmrn dh dijemput ambulans n skrg dr gang 8 smpe gang 12 pusponjolo timur diisolasi tdk blh kluar n tdk blh trima tamu.
(bud)
• BKPP Purbalingga: ASN Tidak Boleh Mudik, H+2 Lebaran Sudah Masuk Kerja
• Pertambahan Pasien Sembuh Lebih Tinggi daripada Meninggal - Update Virus Corona di Indonesia
• 900 Sopir dan Kernet Angkutan Umum di Kebumen Dapat BLT dari Polres, Rp600 Per Bulan
• Rekor Singapura, Sehari Bertambah 942 Pasien Positif Virus Corona, Total 5.992 Kasus Covid-19