Senin, 13 April 2026

Berita Purbalingga

Berawal dari Gadaikan Motor, Kades Wonokerto Wonosobo Didesak Mundur

Warga Desa Wonokerto Wonosobo menuntut kepala desa mundur dari jabatan. Kades diduga menggadaikan motor desa hingga menggelapkan dana bantuan.

Penulis: Imah Masitoh | Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/IMAH MASITOH
AKSI PROTES - Sejumlah spanduk dipasang warga Desa Wonokerto, Kecamatan Leksono, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, di pagar balai desa, Rabu (20/8/2025). Warga menduga terjadi penggelapan aset desa hingga penyimpangan dana bantuan yang dilakukan Kepala Desa Wonokerto. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, WONOSOBO - Puluhan warga Desa Wonokerto, Kecamatan Leksono, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, menggeruduk balai desa, Rabu (20/8/2025).

Mereka menuntut Kepala Desa Wonokerto Deny Setya Wibowo mundur dari jabatan.

Deny diduga menggelapkan aset desa hingga dana bantuan.

Sejak datang Rabu pagi, warga yang tergabung dalam Aliansi Wonokerto Bersatu memasang sejumlah spanduk berisikan protes di pagar balai desa.

Koordinator Aliansi Wonokerto Bersatu, Sugeng Rahayu menegaskan, warga sudah tidak bisa lagi menerima kepemimpinan kades saat ini.

"Tuntutan kami adalah agar dipertanggungjawabkan dan turun dari jabatan," kata Sugeng di sela aksi.

Baca juga: 104 Napi Rutan Wonosobo Dapat Remisi Kemerdekaan, Kondisi Penjara Over Kapasitas Hampir 100 Persen

Ia menyebut, masa jabatan kades masih tersisa lebih dari satu tahun.

Namun, warga menilai, bila terus dibiarkan justru akan semakin buruk bagi pemerintahan desa.

Sugeng menjelaskan, keresahan warga sebenarnya sudah muncul sejak setahun belakangan namun tidak berani mengungkap.

"Hingga awalnya, musyawarah desa yang difasilitasi oleh BPD. Di situ diduga ada kendaraan bermotor beserta suratnya yang tergadai."

"Dari situlah kami tergerak menyuarakan suara rakyat," ungkapnya.

Ia menyebut, banyak tindakan yang dilakukan kepala Desa Wonokerto yang terpilih lewat pemilihan kepala daerah antar waktu ini yang diduga menyimpang.

Selain penggelapan aset desa, ada juga dugaan penyimpangan dana bantuan, di antaranya bantuan BUMDes, seragam sekolah, bantuan bibit pohon, hingga bantuan sapi.

"Rp6 juta itu untuk seragam, Rp2 juta untuk bibit, itu baru hasil investigasi dua hari." 

"Bantuan sapi, sapinya hilang, dibuatkan laporan fiktif. Bahkan, ada sapi warga yang dipinjam hanya untuk dokumentasi."

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved