Kesehatan Banyumas

Membanggakan! PMI Banyumas Jadi Pemasok Plasma Darah Terbaik ke Korea Selatan, Ini Manfaatny

PMI Banyumas adalah satu dari hanya 11 unit di Indonesia yang dipercaya menyalurkan plasma untuk diolah menjadi bahan baku obat.

PMI BANYUMAS
DIPUJI PIHAK KORSEL: (ILUSTRASI) Perwakilan PT SK Plasma Core Indonesia, Ms. Haneem, dalam kunjungan tim ke kantor UPD PMI Banyumas, Rabu (20/8/2025). Ia memuji PMI Banyumas sebagai pemasok plasma darah terbaik dan paling konsisten dalam program fraksionasi plasma berskala internasional. (ISTIMEWA/DOK. PMI BANYUMAS) 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Unit Pengelola Darah (UPD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Banyumas menorehkan prestasi di kancah internasional.

Lembaga ini menjadi salah satu dari hanya 11 unit di Indonesia yang dipercaya untuk menyalurkan plasma darah ke Korea Selatan.

Tak hanya itu, PMI Banyumas juga dinilai sebagai yang terbaik dalam pemenuhan standar pengiriman.

Baca juga: Dua Tahun Mangkrak, Bus Donor Darah PMI Purbalingga Terbengkalai, Kebutuhan Darah 2.000 Kantong

Penilaian ini disampaikan langsung oleh perwakilan PT SK Plasma Core Indonesia, Ms. Haneem, saat melakukan kunjungan monitoring dan evaluasi di Banyumas, Rabu (20/8/2025).

Dipuji Paling Konsisten oleh Pihak Korea Selatan 

Ms. Haneem mengatakan, secara prinsip, seluruh plasma yang dikirimkan dari PMI Banyumas sudah memenuhi syarat untuk diproses lebih lanjut menjadi bahan baku obat.

"Bahkan, dalam hal pemenuhan suhu pengiriman, Banyumas yang paling konsisten," ujar Haneem dalam rilisnya.

Hingga Agustus 2025, PMI Banyumas telah mengirimkan plasma sebanyak tiga kali dengan total volume mencapai 266,191 liter.

Manfaatkan Plasma yang Tak Terpakai Jadi Obat 

Wakil Ketua II PMI Banyumas, dr. H. Tangguh Budi Prasetyo, menyatakan kebanggaannya atas keterlibatan Banyumas dalam program berskala internasional ini.

Menurutnya, program fraksionasi ini sangat bermanfaat karena dapat mengolah plasma—komponen darah yang sering kali tidak terpakai dalam layanan transfusi biasa—menjadi obat derivat plasma.

Obat ini sangat dibutuhkan untuk penanganan berbagai kondisi medis, seperti gangguan pembekuan darah (hemofilia) dan penyakit kronis lainnya.

"Dengan adanya program fraksionasi ini, seluruh komponen darah yang disumbangkan pendonor benar-benar bisa dimanfaatkan. Ini langkah besar bagi kemandirian Indonesia dalam produksi obat," ungkap dr. Tangguh.

Ia menegaskan, PMI Banyumas berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan demi kemanfaatan yang lebih besar bagi masyarakat luas.

Sumber: Tribun Banyumas
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved