Senin, 8 Juni 2026

Berita Cilacap

Banjir Masih Mengintai Cilacap, BMKG Peringatkan Potensi Hujan Lebat Hingga 3 Hari ke Depan

BMKG memperingatkan potensi banjir dan tanah longsor lantaran tiga hari ke depan Cilacap masih berpotensi mengalami hujan lebat.

Tayang:
Editor: rika irawati
TRIBUNBANYUMAS/PINGKY SETIYO ANGGRAENI
ILUSTRASI BANJIR - Pengendara melintasi jalan yang tergenang banjir di Wilayah Kecamatan Jeruklegi, Cilacap, Jawa Tengah, Kamis (28/11/2024). BMKG memperingatkan potensi banjir dan tanah longsor lantaran tiga hari ke depan Cilacap masih berpotensi mengalami hujan lebat. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, CILACAP - Hujan lebat masih membayangi Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, untuk tiga hari ke depan.

Kepala Kelompok Teknisi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Tunggul Wulung Cilacap, Teguh Wardoyo, memperingatkan warga akan potensi banjir dan tanah longsor yang masih mengintai.

"BMKG memprakirakan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih dapat terjadi dalam tiga hari ke depan."

"Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap kemungkinan bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, maupun tanah longsor," kata Teguh kepada wartawan, Selasa (19/8/2025). 

Diketahui, akibat hujan deras di Cilacap, Senin (18/8/2025), wilayah Kecamatan Kawunganten, terendam banjir.

Baca juga: Hujan Deras Semalaman, Puluhan Rumah di Kalijeruk Cilacap Terendam Banjir, Air Masuk Setinggi 80 Cm

Teguh mengatakan, hujan yang terjadi di wilayah Cilacap kemarin memang terkonsentrasi di wilayah tersebut.

"Berdasarkan data curah hujan dalam 24 jam terakhir yang kami pantau hari ini pukul 07.00 WIB, curah hujan lebat terkonsentrasi di wilayah Kecamatan Kawunganten dan Karangpucung, sebesar 77 milimeter serta Kampunglaut sebesar 75 militer," ujar Teguh. 

Selain Cilacap, Teguh juga mengungkap potensi hujan di Purwokerto, Kabupaten Banyumas.

Hanya saja, untuk kabupaten tetangga ini, hujan terpantau berintensitas sedang. 

Dipicu DMI

Menurut Teguh, curah hujan tinggi yang terjadi di Cilacap dipengaruhi dinamika atmosfer. 

Di antaranya, nilai Dipole Mode Index (DMI) tercatat negatif 0,94. 

Dipole Mode adalah fenomena interaksi antara laut dan atmosfer di Samudra Hindia yang dihitung berdasarkan perbedaan suhu permukaan laut antara pantai timur Afrika dan pantai barat Sumatera. 

"Perbedaan nilai anomali suhu permukaan laut ini disebut sebagai DMI."

"Jika DMI positif, umumnya berdampak pada berkurangnya curah hujan di Indonesia bagian barat."

"Sedangkan DMI negatif, berdampak pada meningkatnya curah hujan di Indonesia bagian barat," jelas Teguh. 

Baca juga: Camat Jeruklegi Cilacap Minta Maaf Soal Viral Surat Minta Sumbangan HUT RI Rp 500 Ribu

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved