Kamis, 23 April 2026

Berita Semarang

Satu Pekerja Tewas Diserang Geng Motor Misterius di Semarang

Tiga pekerja rumah makan jadi korban pengeroyokan brutal di Semarang. Polisi kini buru para pelaku dari rekaman CCTV di sekitar lokasi.

Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: Daniel Ari Purnomo
DOKUMENTASI PRIBADI WARGA
OLAH TKP PENGEROYOKAN - Petugas Inafis Polrestabes Semarang melakukan olah TKP kasus pengeroyokan di Jalan Arteri Soekarno-Hatta, Semarang, Minggu (10/8/2025) dini hari. Olah TKP ini dilakukan untuk mengidentifikasi korban dan mencari barang bukti guna memburu para pelaku yang menyebabkan satu orang tewas dan dua luka-luka. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Keheningan Minggu (10/8/2025) dini hari di Jalan Arteri Soekarno-Hatta, Semarang, pecah oleh sebuah aksi kekerasan brutal.

Tiga orang pria ditemukan tergeletak bersimbah darah di aspal, tepat di depan kantor FIF Group, Kecamatan Pedurungan.

Peristiwa yang diduga merupakan pengeroyokan oleh sekelompok orang tak dikenal ini merenggut satu nyawa dan membuat dua lainnya dalam kondisi luka parah, meninggalkan jejak horor di salah satu jalur utama Kota Semarang.

Baca juga: Niat Berangkat Kajian, Pemuda Sukoharjo Terkena Sabetan Celurit saat Lewat Lokasi Tawuran Gengster

Informasi mengenai kejadian mengerikan sekitar pukul 03.00 WIB ini pertama kali menyebar cepat di media sosial Instagram, salah satunya melalui akun @infokejadiansmg.

Dalam unggahan awal disebutkan, ketiga korban merupakan pekerja di sebuah rumah makan yang lokasinya tak jauh dari tempat kejadian.

Mereka diduga diserang oleh sekelompok orang yang juga mengendarai sepeda motor saat tengah melintas di lokasi.

Kasatreskrim Polrestabes Semarang, AKBP Andika Dharma Sena, saat dikonfirmasi membenarkan adanya peristiwa tersebut.

Ia menegaskan bahwa kasus ini tengah ditangani secara intensif oleh jajarannya.

“Informasi saat ini adalah pengeroyokan. Korban tiga orang, dua luka dan satu meninggal dunia,” ujar AKBP Andika kepada wartawan, Minggu sore.

Meski demikian, pihak kepolisian belum bisa membeberkan kronologi lengkap maupun identitas para korban.

Menurut Andika, fokus utama tim di lapangan saat ini adalah mengumpulkan bukti dan keterangan untuk memburu para pelaku yang masih misterius.

"Kami masih mengumpulkan CCTV dan melakukan penyelidikan lapangan bersama anggota," tambahnya.

Pantauan di lokasi kejadian menunjukkan kengerian yang terjadi.

Garis polisi membentang di sekitar area tempat korban ditemukan.

Tim Inafis Polrestabes Semarang terlihat sibuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), menandai titik-titik penting, termasuk ceceran darah yang masih membekas di jalan.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved