Kamis, 23 April 2026

Berita Semarang

Gara-gara Parkir Rp2.000, Jukir Semarang Nekat Tusuk Warga, Nyaris Perang Sajam

Insiden sepele di Bubakan Semarang berujung penusukan. Korban yang tak terima kembali bawa sajam.

Penulis: Rezanda Akbar D | Editor: Daniel Ari Purnomo
DOKUMENTASI PRIBADI WARGA
BERUJUNG PENUSUKAN - Tim Elang Semarang membekuk seorang juru parkir di kawasan Bubakan, Semarang, Jumat (8/8/2025), setelah menusuk warga yang menolak membayar parkir Rp2.000. Pelaku dibekuk setelah polisi yang berada di lokasi melerai pertikaian dan mengamankan barang bukti. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, SEMARANG - Uang receh senilai Rp2.000, jumlah yang seringkali dianggap sepele dalam transaksi sehari-hari, menjadi pemicu pertumpahan darah di tengah keramaian kawasan pertokoan Bubakan, Semarang, pada Jumat (8/8/2025) siang.

Sebuah penolakan sederhana untuk membayar ongkos parkir berubah menjadi adu mulut sengit, yang kemudian memuncak dalam sebilah pisau menembus lengan seorang warga.

Peristiwa ini tak hanya menyisakan luka fisik, tetapi juga potret mengerikan tentang bagaimana emosi sesaat bisa meledak akibat persoalan yang remeh temeh, bahkan nyaris berlanjut ke babak kedua yang lebih brutal.

Baca juga: Dilema Penerapan Parkir Elektronik di Pasar Sido Makmur Blora: Pembeli Menurun, Pencurian Berkurang

Drama berdarah ini bermula sekitar pukul 14.30 WIB.

Menurut keterangan Ketua Tim Elang Semarang, Aiptu Agus Supriyanto, korban yang merupakan warga Panggung Kidul datang ke lokasi dengan tujuan membeli sejumlah peralatan bengkel.

Sesampainya di lokasi, ia langsung dihampiri oleh seorang juru parkir liar yang meminta uang parkir.

Korban menolak memberikan uang tersebut, yang seketika menyulut amarah sang juru parkir.

Adu mulut pun tak terhindarkan.

Suasana yang tadinya normal dengan cepat memanas.

Emosi juru parkir, yang diketahui sebagai warga Sambirejo atau sekitar kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), mencapai titik didih.

Dalam sekejap, ia mengambil tindakan nekat.

“Ya intinya karena enggak mau ngasih uang parkir Rp2.000, terus adu mulut, lalu si tukang parkir ambil pisau milik pedagang ayam dan terjadilah penusukan,” jelas Aiptu Agus saat ditemui langsung di lokasi kejadian.

Pisau yang biasa digunakan untuk memotong ayam itu disabetkan ke arah korban.

Korban yang tak menyangka serangan tersebut berusaha menangkis dengan kedua tangannya.

Akibatnya, ia menderita luka sabetan di bagian bawah siku kanan dan kirinya.

Sumber: Tribun Banyumas
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved