Sabtu, 18 April 2026

Berita Jateng

Area Makam Leluhur Presiden Prabowo di Banyumas Ditanami Bibit Kelapa Kopyor

lokasi acara di makam kakek Presiden Prabowo Subianto dipilih untuk mengingatkan generasi muda tentang pentingnya menghormati perjuangan

Penulis: khoirul muzaki | Editor: khoirul muzaki
UMP
penanaman pohon kelapa kopyor di area makam sebagai simbol keberlanjutan, ketahanan, dan kemanfaatan. 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO- Suasana khidmat dan hangat menyelimuti area makam almarhum RM Margono Djojohadikusumo, kakek Presiden Prabowo Subianto, di Desa Dawuhan, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, ketika Rektor Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP) Prof. Dr. Jebul Suroso memimpin kegiatan refleksi kemerdekaan bersama awak media, Sabtu (9/8).

Acara ini dibarengi penanaman pohon kelapa kopyor di area makam sebagai simbol keberlanjutan, ketahanan, dan kemanfaatan.

Momen ini juga menjadi panggung peluncuran program “Profesor Berdampak”, sebuah inisiatif UMP yang mendorong para guru besar untuk menghadirkan karya dan aksi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Prof. Jebul Suroso menegaskan, kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai lepas dari penjajahan, tetapi juga sebagai dorongan untuk terus berkontribusi bagi bangsa.

“Penanaman kelapa kopyor ini adalah simbol bahwa setiap pengetahuan yang kita tanam, kelak harus berbuah manfaat,” ujarnya.

Baca juga: Kampus Megah Baru Berdiri di Tegal, Dipimpin Langsung Mantan Menteri

Ia menambahkan, lokasi acara di makam kakek Presiden Prabowo Subianto dipilih untuk mengingatkan generasi muda tentang pentingnya menghormati perjuangan dan jasa para pendahulu.

Prof. Sisunandar, peneliti dan penemu pohon Kelapa Kopyor Cungap Merah di UMP, menjelaskan bahwa kelapa kopyor yang ditanam kali ini bukan kelapa biasa.

“Kelapa Kopyor Cungap Merah merupakan varietas unggul yang kami kembangkan di UMP. Pohon ini memiliki produktivitas tinggi, rasa khas, dan nilai ekonomi yang luar biasa.

Penanamannya di lokasi bersejarah ini diharapkan menjadi simbol sinergi antara inovasi ilmu pengetahuan dan penghormatan pada warisan sejarah,” terangnya.

Program “Profesor Berdampak” yang diluncurkan UMP akan memuat agenda kerja nyata para profesor di berbagai bidang, mulai dari riset terapan, pemberdayaan masyarakat, hingga inovasi yang menyentuh langsung kebutuhan publik. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved